SPIRITUALITAS DAN RESISTENSI TERHADAP HEDONISME DALAM PUISI SAJAK SEDERHANA UNTUKMU KARYA EMHA AINUN NADJIB: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
SPIRITUALITY AND RESISTANCE TO HEDONISM IN THE POEM SAJAK SEDERHANA UNTUKMU BY EMHA AINUN NADJIB: A SOCIOLOGY OF LITERATURE STUDY
https://doi.org/10.51574/aufklarung.v5i2.5162
Keywords:
Puisi, spiritualitas, resistensi, hedonisme, sosiologi sastraAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai spiritualitas dan bentuk resistensi terhadap hedonisme dalam puisi Sajak Sedderhana Untukmu karya Emha Ainun Nadjib melalui kajian sosiologi sastra. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya budaya konsumtif dan materialistik dalam masyarakat modern yang menyebabkan terjadinya pergeseran nilai spiritual dan kesederhanaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik triangulasi teori dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi tersebut merepresentasikan nilai kesederhanaan sebagai prinsip hidup yang menolak budaya materialisme dan kemewahan duniawi. Spiritualitas dalam puisi ditampilkan melalui hubungan manusia dengan Tuhan sebagai pusat makna kehidupan dan kekuatan moral dalam menghadapi kesia-siaan dunia modern, yaitu kritik terhadap budaya gemerlap, gaya hidup hedonistik, dan orientasi hidup yang berpusat pada materi. Bentuk resistensi terhadap budaya konsumtif ditunjukkan melalui pengagungan nilai kesederhanaan dalam kehidupan maupun kematian. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa karya sastra memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial dan spiritual masyarakat di tengah arus modernitas dan budaya konsumtif. Hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran sastra berbasis nilai karakter, spiritualitas, dan kritik sosial dalam pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.
Downloads
References
Abisheva, K., Umirzakova, L., Aubakirova, S., & Nurgazina, A. (2024). The formation of a unified social morality under conditions of ethical relativism. XLinguae, 17(3), 170–186. https://doi.org/10.18355/XL.2024.17.03.14
Alfadlilah, M. (2023). The Social Criticisms of Rah(i)m Poetry by Kedung Darma Romansha. LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 19(1), 65–75. https://doi.org/10.33633/lite.%20v19i1.7884
Babaeitarkami, S., & Baghchi, S. (2024). The Influence of Art on Society: Exploring the Impact of Visual Arts, Music, and Literature. British Journal of Arts and Humanities, 6(6), 356–363. https://doi.org/10.34104/bjah.02403560363
Damono, S. D. (2020). Sosiologi Sastra. Gramedia Pustaka Utama.
Goldmann, L. (1977). Towards a sociology of the novel. Tavistock Publications.
Hasbi, N. (2023). Manifestasi Ideologi Sosial dalam Cerita Pendek Majalah Horison Tahun 1988-1998 [Tesis]. Universitas Negeri Malang.
Nasrudin, & Sudiro. (2022). Gusdurian Islamic Social Movement: Political Discourse, Resource Mobilization, and Framing. International Journal of Social Science and Religion (IJSSR), 3(3), 251–275. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:252789074
Noho, D., Herson Kadir, Nur Alin Benta, Indah Zain, Nurjuliati Salsabila Y. Rahman, & Apriliani S. Mamu. (2025). Refleksi Sosial dalam Puisi Seribu Masjid Satu Jumlahnya Karya Cak Nun (Kajian Sosiologi Sastra Swingewood). Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan, 7(2), 415–428. https://doi.org/10.29303/kopula.v7i2.7130
Nuga, M., Eimermann, M., & Hedberg, C. (2024). Downshifting towards voluntary simplicity: The process of reappraising the local. Geografiska Annaler: Series B, Human Geography, 106(3), 289–306. https://doi.org/10.1080/04353684.2023.2211600
Ratna, N. K. (2009). Paradigma Sosiologi Sastra. Pustaka Pelajar.
Saifuddin, M. S. F. B., Anak Yari, E. R., Saiful Haizam, S. H. B., Peter, U. A., & Zur Raffar, I. N. A. B. (2022). Causes and Effects of Hedonism Culture among Malaysians. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 12(11), Pages 1145-1155. https://doi.org/10.6007/IJARBSS/v12-i11/15223
Swingewood, A. (1987). Sociological Poetics and Aesthetic Theory. Palgrave Macmillan London. https://doi.org/10.1007/978-1-349-18771-3
Tian, M. (2023). Comment on “Symbiotic nurture between literature, culture and nature in Gary Snyder’s Meta-Picto-Poetry of landscape”. Trans/Form/Acao, 46(4), 189–192. https://doi.org/10.1590/0101-3173.2023.v46n4.p189
Ting, W. (2024). Reinterpretation of Wordsworth’s Tintern Abbey from the Perspective of Ecological Consciousness. Academic Journal of Humanities & Social Sciences, 7(1). https://doi.org/10.25236/AJHSS.2024.070116
Yahya, Y. F., & Fatoni, A. (2025). Analisis Sosiologi Sastra pada Puisi Karya Emha Ainun Nadjib Yang Berjudul “Wirid Orang Tertindas” Sebagai Pembelajaran Sastra di Masyarakat. Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa Dan Pendidikan, 3(1), 297–307. https://doi.org/10.61132/pragmatik.v3i1.1423



