Analisis Siklus Nutrien dan Produktivitas Primer pada Sistem Integrasi Tanaman-Ternak untuk Pengembangan Kawasan Edukasi Sains di Kabupaten Konawe Utara
DOI:
https://doi.org/10.51574/hybrid.v4i2.4755Keywords:
efisiensi ekologis, integrasi tanaman-ternak, laboratorium alam, produktivitas primer, siklus biogeokimiaAbstract
Sistem integrasi tanaman-ternak menawarkan potensi ekologis yang signifikan di luar manfaat ekonominya, khususnya dalam siklus nutrien dan produktivitas primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis siklus nutrien dan memperkirakan produktivitas primer pada sistem integrasi tanaman-ternak di empat tipologi agrowisata Kabupaten Konawe Utara, serta menilai potensinya sebagai kawasan edukasi sains. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method yang menggabungkan analisis spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk pemetaan tipologi, observasi lapangan, dan studi literatur untuk menganalisis potensi aliran nutrien (karbon, nitrogen, fosfor, kalium). Hasil penelitian mengidentifikasi empat tipologi ekologis yang berbeda: (I) Kawasan Pesisir Aluvial, (II) Perkebunan Dataran Rendah, (III) Zona Agroforestri, dan (IV) Perkebunan Dataran Tinggi. Analisis menunjukkan adanya siklus nutrien tertutup dalam sistem integrasi, di mana limbah pertanian (jerami padi, kulit kakao) dikonversi menjadi pakan ternak, dan kotoran ternak diolah menjadi pupuk organik, secara efektif mengembalikan unsur hara esensial ke tanah. Siklus ini meningkatkan efisiensi ekologis dan diperkirakan meningkatkan produktivitas primer dibandingkan sistem monokultur. Setiap tipologi memiliki karakteristik unik yang cocok sebagai laboratorium alam, memungkinkan pembelajaran tentang siklus biogeokimia, ekologi, dan pertanian berkelanjutan. Disimpulkan bahwa sistem integrasi tanaman-ternak di Konawe Utara membangun siklus nutrien yang efisien secara ekologis, sehingga menempatkan wilayah ini sebagai area potensial tinggi untuk pengembangan zona edukasi sains berbasis kearifan ekologis lokal.
References
Ammirato, S., Felicetti, A. M., Raso, C., Pansera, B. A., & Violi, A. (2020). Agritourism and sustainability: What we can learn from a systematic literature review. Sustainability, 12(22), 9575. https://doi.org/10.3390/su12229575
Baharudin, N., Jaafar, M. N., Ismail, A., Azis, S. S. A., & Afrane, E. (2023). Aligning Malaysian agrotourism real estate investment with the sustainable development goals: Opportunities. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1274(1), 012030. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1274/1/012030
BPS Konawe Utara. (2023). Kabupaten Konawe Utara dalam angka 2023. Badan Pusat Statistik Kabupaten Konawe Utara.
Chapin, F. S., Matson, P. A., & Vitousek, P. M. (2011). Principles of terrestrial ecosystem ecology (2nd ed.). Springer.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Dinas Pertanian dan Perkebunan Konawe Utara. (2024). Data luas areal dan produksi komoditas perkebunan Kabupaten Konawe Utara tahun 2024. Pemerintah Kabupaten Konawe Utara.
Djuwendah, E., Karyani, T., Wulandari, E., & Pradono, P. (2023). Community-based agro-ecotourism sustainability in West Java, Indonesia. Sustainability, 15(13), 10432. https://doi.org/10.3390/su151310432
Han, G., Akhmedov, A., Li, H., Yu, J., & Hunter, W. C. (2020). An interpretive study on sustainability in the link between agriculture and tourism: Tourist-stakeholder satisfaction in Tiantangzhai, China. Sustainability, 12(2), 571. https://doi.org/10.3390/su12020571
Jumiyati, S., & Frimawaty, E. (2023). The development of an edu-agrotourism concept in the buffer zone of conservation area based on education and local community empowerment. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1275(1), 012027. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1275/1/012027
Li, Z., Wang, Y., Wang, L., Xu, L., Chen, H., & Yao, C. (2024). Study on the impact of rural tourism construction projects on farmers' livelihood capital and livelihood options. Agriculture, 14(7), 1024. https://doi.org/10.3390/agriculture14071024
Mistriani, N., Ihalauw, J. J., & Priyanto, S. H. (2024). Three main pillars of agrotourism success in Lerep Tourism Village: Farmer groups, Pokdarwis, and BUMDes. ICGTSAVE, 1(2), 99-112. https://doi.org/10.62951/icgtsave.v1i2.31
Odum, E. P., & Barrett, G. W. (2005). Fundamentals of ecology (5th ed.). Thomson Brooks/Cole.
Pham, T., Cao, H. S., & Lapointe, D. (2023). Agrotourism and fast urbanisation: The double pressure of development on peri-urban agriculture in Hoi An, a small city of Central Vietnam. Asia Pacific Viewpoint, 64(3), 408-424. https://doi.org/10.1111/apv.12381
Riady, I., Hasyim, S., Purwoko, A., Lubis, S. N., & Charloq. (2024). Development model of sustainable agrotourism-based village tourism for improving community welfare in Tapanuli Utara Regency, Indonesia. Journal of Ecohumanism, 3(7), 1309-1324. https://doi.org/10.62754/joe.v3i7.4291
Setyowati, R., Lestari, E. P., Rusdiyana, E., Sugihardjo, Widiyanto, W., & Maharani, R. (2024). The role of women in agrotourism development: Gender analysis (Case study of Ngargoyoso District). IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1362(1), 012034. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1362/1/012034
Utama, I. G. B. R. (2023). Review studies key element of agrotourism management. Prosiding Seminar Nasional FMI, 1, 169-180. https://doi.org/10.47747/snfmi.v1i.1497
Wang, J., Xia, L., Zhou, F., Chen, C., & Zhu, Q. (2023). Impacts of the integrated development of agriculture and tourism on sustainable development of agriculture – Based on provincial data of China from 2008 to 2019. Polish Journal of Environmental Studies, 32(4), 3825-3843. https://doi.org/10.15244/pjoes/163566
Zulgani, Z., Junaidi, J., Hastuti, D., Rustiadi, E., Pravitasari, A. E., & Asfahani, F. R. (2023). Understanding the emergence of rural agrotourism: A study of influential factors in Jambi Province, Indonesia. Economies, 11(7), 180. https://doi.org/10.3390/economies11070180


3.png)





