Model Pre-Solution Posing: Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis pada Materi Pecahan Kelas VI Sekolah Dasar

Authors

  • Rossi Dwita Pertianti Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Sri Asnawati Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Dwiniasih Dwiniasih Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Citra Dwi Asih SD Negeri Rinjani Cirebon
  • Mohammad Dadan Sundawan Universitas Swadaya Gunung Jati

DOI:

https://doi.org/10.51574/judikdas.v5i4.6040

Keywords:

Pre-Solution Posing, Pemecahan Masalah, Pecahan, Polya, Penelitian Tindakan Kelas

Abstract

Kemampuan memecahkan soal cerita pecahan di kelas VI sekolah dasar masih rendah. Pada tes awal, hanya satu dari 24 murid mencapai kriteria ketuntasan minimal (75), padahal murid yang sama mampu mengerjakan hitungan pecahan biasa dengan baik. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah materi pecahan melalui model pengajuan soal tipe pre-solution posing, yaitu murid menyusun soal dari situasi yang diberikan guru lalu menyelesaikannya. Penelitian tindakan kelas ini mengikuti model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus, masing-masing dua pertemuan, dengan subjek seluruh murid kelas VI. Data dikumpulkan melalui tes uraian berdasarkan empat tahap Polya, asesmen diagnostik, serta lembar observasi aktivitas murid dan keterlaksanaan pembelajaran, kemudian dianalisis secara deskriptif. Nilai rata-rata meningkat dari 31,5 (SD = 17,4) pada tes awal menjadi 80,4 (SD = 16,3) pada siklus pertama dan 88,4 (SD = 17,4) pada siklus kedua. Persentase murid yang tuntas naik dari 4,2% menjadi 66,7% dan 79,2%, sehingga indikator keberhasilan tercapai pada siklus kedua. Gain ternormalisasi terhadap tes awal sebesar 0,83 (kategori tinggi). Dibandingkan tes awal, peningkatan terbesar terjadi pada tahap memeriksa kembali, sedangkan antarsiklus peningkatan terbesar terjadi pada tahap merencanakan penyelesaian. Lima murid masih memerlukan pendampingan khusus. Model ini layak dipertimbangkan guru untuk melatih murid menentukan operasi hitung pada soal cerita, dan perlu diuji lebih lanjut pada kelas pembanding.

References

Amanda, H., Andika, R. A., Masniladevi, & Nisa, S. (2026). Peningkatan kemampuan pemecahan masalah soal cerita pada materi pecahan menggunakan strategi Polya di kelas III SDN 04 Terandam Kota Padang. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(3), 301–311. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/55708

Auliyah, N. A., Ahmad, A. A. A., Nurjannah, & Hasmiati. (2026). Analisis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pecahan ditinjau dari tahapan Polya pada siswa kelas V SD. Jurnal Pendidikan Tambusai, 10(2), 11772–11779. https://doi.org/10.31004/jptam.v10i2.38766

Baumanns, L., & Rott, B. (2022). The process of problem posing: Development of a descriptive phase model of problem posing. Educational Studies in Mathematics, 110, 251–269. https://doi.org/10.1007/s10649-021-10136-y

Cai, J., & Rott, B. (2024). On understanding mathematical problem-posing processes. ZDM – Mathematics Education, 56, 61–71. https://doi.org/10.1007/s11858-023-01536-w

Dewi, N., & Saharuddin. (2024). Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan soal cerita. JUDIKDAS: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia, 3(2), 96–110. https://doi.org/10.51574/judikdas.v3i2.1227

Hartmann, L.-M., Krawitz, J., & Schukajlow, S. (2023). Posing and solving modelling problems—Extending the modelling process from a problem posing perspective. Journal für Mathematik-Didaktik, 44, 533–561. https://doi.org/10.1007/s13138-023-00223-3

Kaur, A., & Rosli, R. (2021). Problem posing in mathematics education research: A systematic review. International Journal of Academic Research in Progressive Education and Development, 10(1), 438–456. https://doi.org/10.6007/IJARPED/v10-i1/8641

Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The action research planner (edisi ke-3). Deakin University Press.

Mayasari, D., & Himmah, W. I. (2020). Efektivitas model problem posing tipe pre-solution posing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa. Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus), 3(2), 127–138. https://doi.org/10.21043/jmtk.v3i2.8184

Mostert, T. M. M., & Hickendorff, M. (2023). Pizzas or no pizzas: An advantage of word problems in fraction arithmetic? Learning and Instruction, 86, Article 101775. https://doi.org/10.1016/j.learninstruc.2023.101775

Nata, I. K. W., Suarni, N. K., & Margunayasa, I. G. (2024). Tinjauan pustaka sistematis: Kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari kecerdasan emosional. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9(2), 581–588. https://doi.org/10.51169/ideguru.v9i2.862

Nurdin, Saiman, Nurdin, K., & Sardia. (2024). Model problem posing dalam pembelajaran matematika: Sebuah kajian literatur sistematik. Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika, 7(2), 502–516. https://doi.org/10.30605/proximal.v7i2.3612

Pardede, M., Ahmad, M., & Harahap, S. D. (2024). Pengembangan buku ajar himpunan dengan model pembelajaran problem posing tipe pre solution untuk membelajarkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP. Jurnal MathEdu (Mathematic Education Journal), 7(3), 80–90. https://doi.org/10.37081/mathedu.v7i3.6078

Polat, H., & Özkaya, M. (2023). The effect of problem posing-based active learning activities on problem-solving and posing performance: The case of fractions. Journal of Pedagogical Research, 7(1), 67–81. https://doi.org/10.33902/JPR.202317880

Polya, G. (2014). How to solve it: A new aspect of mathematical method. Princeton University Press. https://doi.org/10.2307/j.ctvc773pk

Purnomosari, I., Nirmala, S. D., & Firdaus, F. M. (2026). Pengembangan e-modul berbasis pembelajaran mendalam untuk meningkatkan kemampuan penalaran kritis matematis siswa sekolah dasar. JUDIKDAS: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia, 5(2), 401–417. https://doi.org/10.51574/judikdas.v5i2.5751

Rismadani, R. A., Artharina, F. P., & Cahyadi, F. (2021). Kesulitan siswa menyelesaikan soal cerita matematika pada materi pecahan kelas V SDN Jomblang 03 Semarang berdasarkan langkah-langkah pemecahan masalah menurut Polya. Dwijaloka, 2(3), 266–274. https://jurnal.unw.ac.id/index.php/dwijaloka/article/view/1526

Rusmini, Simamora, E., Mulyono, Armanto, D., & Muktar. (2025). Development of LKPD through cognitive conflict strategy learning assisted with augmented reality to improve mathematical problem solving capability. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 10(2), 1104–1110. https://doi.org/10.51169/ideguru.v10i2.1768

Sibarani, S., Rusmini, Mendrofa, R. N., & Hasratuddin. (2024). Pengaruh model problem based learning (PBL) berbantuan video pembelajaran terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9(2), 479–486. https://doi.org/10.51169/ideguru.v9i2.866

Silver, E. A. (1994). On mathematical problem posing. For the Learning of Mathematics, 14(1), 19–28.

Sirait, C., & Gandamana, A. (2025). Pengaruh model problem posing tipe pre solution posing terhadap hasil belajar siswa pada Pendidikan Pancasila. PENDASI: Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 9(1), 193–201. https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/jurnal_pendas/article/view/4817

Siswanto, E., & Meiliasari. (2024). Kemampuan pemecahan masalah pada pembelajaran matematika: Systematic literature review. JRPMS (Jurnal Riset Pembelajaran Matematika Sekolah), 8(1), 45–59. https://doi.org/10.21009/jrpms.081.06

Downloads

Published

2026-11-02

How to Cite

Pertianti, R. D., Asnawati, S., Dwiniasih, D., Asih, C. D., & Sundawan, M. D. (2026). Model Pre-Solution Posing: Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis pada Materi Pecahan Kelas VI Sekolah Dasar. JUDIKDAS: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia, 5(4), 914–928. https://doi.org/10.51574/judikdas.v5i4.6040

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.