REINTERPRETASI I LA GALIGO UNTUK GENERASI Z: STUDI PENDAHULUAN PENGEMBANGAN WEBTOON SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SASTRA KLASIK BUGIS
REINTERPRETATION OF I LA GALIGO FOR GENERATION Z: A PRELIMINARY STUDY OF WEBTOON DEVELOPMENT AS A LEARNING MEDIA FOR CLASSICAL BUGIS LITERATURE
https://doi.org/10.51574/aufklarung.v5i1.4376
Keywords:
I La Galigo, webtoon, studi pendahuluan, pembelajaran sastra, generasi Z, sastra Bugis klasik, analisis kebutuhanAbstract
Penelitian ini merupakan studi pendahuluan yang bertujuan memetakan kebutuhan, permasalahan, serta peluang pengembangan media pembelajaran berbasis webtoon untuk mengajarkan sastra Bugis klasik, khususnya I La Galigo, kepada siswa SMA. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara guru Bahasa Indonesia, angket siswa, serta telaah dokumen kurikulum dan materi ajar yang digunakan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sastra klasik masih menghadapi kendala signifikan, antara lain kompleksitas bahasa, rendahnya minat baca siswa, keterbatasan sumber adaptasi I La Galigo yang relevan bagi peserta didik, serta dominannya metode ceramah dan media konvensional. Data angket juga mengungkapkan bahwa siswa generasi Z memiliki preferensi kuat terhadap media visual digital, termasuk komik daring atau webtoon, karena dianggap lebih mudah dipahami, lebih menarik, dan membantu visualisasi alur serta tokoh dalam teks klasik. Guru pun menyatakan kebutuhan akan media yang mampu menyederhanakan narasi I La Galigo tanpa menghilangkan nilai budaya yang dikandungnya. Temuan ini menegaskan perlunya pengembangan media pembelajaran berbasis webtoon sebagai alternatif modern yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa sekaligus berkontribusi pada pelestarian sastra Bugis klasik. Studi pendahuluan ini menjadi dasar empiris dan teoretis untuk tahap perancangan media pada penelitian selanjutnya.
Downloads
References
Afif, A. (2019). Pembelajaran digital pada era revolusi industri 4.0. Prenadamedia Group.
Borg, W. R., & Gall, M. D. (2003). Educational research: An introduction (7th ed.). Allyn & Bacon.
Hasanah, N. (2019). Problematika pembelajaran sastra di sekolah. Jurnal Literasi Pendidikan, 4(1), 22–31.
Hidayah, R., Wahyuni, S., & Hasnanto, A. (2020). Tantangan pembelajaran sastra dalam konteks kurikulum modern. Jurnal Pendidikan Bahasa, 9(2), 145–152.
Juniarto, A. (2019). The use of webtoon as media in teaching narrative text. ELT Journal, 8(1), 34–42.
Mahsun, M. (2014). Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia berbasis teks. RajaGrafindo Persada.
Mawarni, R., & Djusmaini, A. (2018). Studi pendahuluan untuk pengembangan media cerita daerah berbasis digital. Jurnal Teknologi Pendidikan, 20(2), 112–125.
Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning (2nd ed.). Cambridge University Press.
Paikah, S. (2017). Nilai-nilai budaya dalam naskah I La Galigo. Jurnal Kebudayaan Bugis, 5(2), 101–113.
Prensky, M. (2010). Teaching digital natives: Partnering for real learning. Corwin Press.
Purnama, D. (2020). Gaya belajar generasi Z dalam pembelajaran digital. Jurnal Teknologi Pendidikan, 12(3), 198–207.
Ramadhani, L. (2020). Analisis kebutuhan siswa terhadap webtoon sebagai media pembelajaran visual. Journal of Education and Learning, 14(1), 55–64.
Riyanti, R. (2017). Kendala pengajaran sastra klasik pada pendidikan menengah. Wacana Bahasa, 3(2), 87–96.
Salim, M., Abdullah, A., & Nur, M. (2017). Struktur dan makna epos I La Galigo. Jurnal Sastra Nusantara, 11(1), 55–72.
Suciati, I., Rahmawati, L., & Dini, A. (2019). Webtoon as digital media for enhancing students’ narrative comprehension. Journal of Language Teaching, 7(2), 99–109.
Tarigan, H. G. (1984). Pengajaran sastra. Angkasa.
Tenriajeng, T. (2015). Kajian filologis terhadap naskah I La Galigo. Jurnal Filologi Indonesia, 4(1), 1–12.
Wang, F., & Hannafin, M. J. (2005). Design-based research and technology-enhanced learning environments. Educational Technology Research and Development, 53(4), 5–23.



