Pengembangan E-Modul IPAS Berbasis Ethnoecology untuk Meningkatkan Ecoliteracy Siswa Kelas V Sekolah Dasar

Authors

  • Arifatur Rohmaniah Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI
  • Puji Winarti Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI
  • Sri Widayati Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

DOI:

https://doi.org/10.51574/judikdas.v5i3.5892

Keywords:

E-Modul IPAS, Ethnoecology, ADDIE

Abstract

Tingkat ecoliteracy peserta didik sekolah dasar cenderung masih rendah, sementara bahan ajar yang memadukan isu lingkungan dengan kearifan lokal masih jarang tersedia. Kondisi inilah yang mendorong lahirnya sebuah e-modul IPAS berpendekatan ethnoecology dengan memanfaatkan kearifan lokal Kawasan Gunung Ungaran, yang dirancang untuk diuji kelayakan sekaligus dianalisis daya ungkitnya terhadap ecoliteracy peserta didik kelas V. Riset dijalankan melalui pendekatan Research and Development (R&D) dengan tahapan ADDIE, melibatkan 18 peserta didik kelas V SDN Jetis 2 Bandungan sebagai subjek uji coba. Pengumpulan data memadukan angket validasi ahli dengan tes pretest-posttest, yang selanjutnya diolah secara deskriptif kuantitatif serta melalui uji N-Gain. Ahli materi memberikan skor 87% dan ahli media 89% keduanya masuk kategori sangat valid sedangkan tanggapan guru dan peserta didik masing-masing mencapai 86% dan 80%. Peningkatan ecoliteracy tercermin dari N-Gain rata-rata 0,67 (kategori sedang) yang terbukti signifikan secara statistik (p < 0,000). Capaian ini mengonfirmasi bahwa e-modul yang dikembangkan layak, praktis, dan efektif dalam mendorong ecoliteracy peserta didik.

References

Afina, I., & Helsa, Y. (2025). Peran media interaktif berbasis teknologi dalam meningkatkan keterlibatan belajar siswa SD. Cendekia Pendidikan, 15(1). https://doi.org/10.99534/dvtb0g40

Anggraini, L. Y., Rigianti, H. A., & Setiadi, H. W. (2024). Kompetensi ekoliterasi pada siswa SD: Kajian kompetensi peduli lingkungan di Sijuk Kabupaten Belitung. Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 10(2), 221–232. https://doi.org/10.36989/didaktik.v10i2.3091

Ariyan, V. P., Winarti, P., & Sarwono, R. (2025). Pengembangan media pembelajaran interaktif “Rahasia Tumbuhan” berbantuan Canva pada pemahaman konsep fotosintesis siswa kelas IV tingkat sekolah dasar. Global Research and Innovation Journal (GREAT), 1(3), 2064–2072. https://journaledutech.com/index.php/great

Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan. (2025). Panduan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS): Fase B dan C. https://sd.yasporbi.perpus.id/index.php?p=show_detail&id=oai_repositori.kemendikdasmen.go.id_33599&catalog=eprints

Branch, R. M. (2009). Instructional design: The ADDIE approach. Springer.

Cohen, J. (1988). Statistical power analysis for the behavioral sciences (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates.

Dharmayanti, L. P. D., & Lestari, N. A. P. (2025). Systematic literature review: Pembelajaran IPA berbasis etnosains sebagai strategi pengembangan karakter cinta lingkungan siswa sekolah dasar. Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia, 16(1), 103–114. https://doi.org/10.23887/jurnal_ap.v16i1.6120

Fadilah, N. A., Ramdhan, B., & Suhendar. (2025). Bridging indigenous knowledge and science: A study effect project based- ethnoecology to improve environmental literacy. Jurnal Bioeducation, 12(2), 59–67. http://doi.org/10.29406

Fitriyah, I., Devitasai, A., & Setyawati, R. M. (2024). Pengembangan papan rantai makanan interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep ekosistem pada siswa kelas V SD. Jurnal Pedagogis Indonesia, 2(1), 36–48. https://www.medigraphic.com/pdfs/educacion/cem-2017/cem172y.pdf

Friatin, L. Y., Faridah, D., & Sugiarto, B. R. (2024). Upaya meningkatkan eco-literacy siswa sekolah dasar melalui tell a story sebagai media pembelajaran di komunitas belajar (Efforts to increase the eco-literacy of elementary school students through tell a story as a learning media in learning communities). Mangente: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 125–133. https://jurnal.iainambon.ac.id/index.php/PN/article/view/5799

Hake, R. R. (1999). Analyzing change/gain scores. American Education Research Association, Division D: Measurement and Research Methodology.

Halid, N. (2025). Penggunaan media interaktif untuk meningkatkan pemahaman materi ekosistem melalui metode inkuiri pada siswa kelas IV di MIS Alkhairaat Tilamuta. Jurnal Pendidikan Kritis dan Kolaboratif, 1(1), 252–256. https://ojs.jurnalstuditindakan.id/jpkk

Jannah, G. N., & Jalal, M. (2025). Penerapan media interaktif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada siswa kelas IV sekolah dasar. SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS, 3(2), 126–139. https://doi.org/10.62383/sosial.v3i2.765

Kusherawati, R., Sulistyorini, S., & Kustiono. (2022). Pengembangan modul bermuatan etnoekologi untuk mengukur kemampuan literasi siswa sekolah dasar terkait asesmen kompetensi minimum (AKM). Jurnal Basicedu, 6(4), 2081–2088. https://jbasic.org/index.php/basicedu

Maisarah, & Prasetya, C. (2023). Pengaruh media digital terhadap keterampilan proses sains dan bernalar kritis di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(5), 3118–3130. https://journal.uii.ac.id/ajie/article/view/971

Noviyanti, K., & Hiyayati, Y. M. (2024). Eco-literacy components on Kurikulum Merdeka: 5th-grade elementary school’s IPAS textbook analysis. Inovasi Kurikulum, 21(1), 163–176. https://ejournal.upi.edu/index.php/JIK

Oktaviani, A. M. (2025). Pembelajaran ilmu sosial berbasis lingkungan sebagai upaya meningkatkan kesadaran sosial siswa sekolah dasar. Journal of Humanities, Social Sciences, and Education, 1(3), 105–117. https://doi.org/10.64690/jhuse.v1i3.53

Riduwan. (2013). Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Alfabeta. https://elibrary.bsi.ac.id/readbook/201291/skala-pengukuran-variabel-variabel-penelitian

Setyaningrum, T. W. (2020). Praktik pembelajaran ekoliterasi berorientasi pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan di sekolah dasar negeri kota Surabaya bagian barat. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 8(2), 375–384. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitian-pgsd/article/view/34363/30573

Stone, M. K., & Barlow, C. (Ed.). (2005). Ecological literacy: Educating our children for a sustainable world. Banyan Tree Books. https://books.google.co.id/books/about/Ecological_Literacy.html?id=yW5yQgAACAAJ&redir_esc=y

Tegar, B., & Kurnia, M. B. (2024). Analisis efektivitas penggunaan modul ajar digital interaktif dalam implementasi Kurikulum Merdeka belajar. Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 3(2), 64–79. https://doi.org/10.5281/zenodo.14380100

Toledo, V. M. (1992). What is ethnoecology? Origins, scope and implications of a rising discipline. Etnoecológica, 1, 5–21.

UNESCO. (2021). Berlin declaration on education for sustainable development; Learn for our planet: Act for sustainability. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.

Downloads

Published

2026-09-29

How to Cite

Rohmaniah, A., Winarti, P., & Widayati, S. (2026). Pengembangan E-Modul IPAS Berbasis Ethnoecology untuk Meningkatkan Ecoliteracy Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia, 5(3), 635–647. https://doi.org/10.51574/judikdas.v5i3.5892

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.