Ironic Language Style in Social Media Comment Sections and Its Implications for Figurative Meaning Learning in Sixth-Grade Elementary School

Authors

  • Fikri Fikri Sriwijaya University
  • Agus Saripudin Sriwijaya University
  • Arya David Pratama Sriwijaya University
  • AbdalAziz Alhindi Osman Mohammed Islamic Omdurman University

DOI:

https://doi.org/10.51574/judikdas.v5i3.5632

Keywords:

Ironic Language Style, Figurative Meaning, Elementary School, Digital Discourse, Phase C

Abstract

Gaya bahasa sindiran semakin marak digunakan pada kolom komentar akun media sosial tokoh publik, namun penelitian yang mengaitkan fenomena wacana digital ini dengan kompetensi memahami makna kiasan pada peserta didik sekolah dasar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan makna pragmatis gaya bahasa sindiran pada kolom komentar akun tokoh publik di platform X, serta merumuskan implikasinya terhadap pengembangan bahan pembelajaran makna kiasan bagi peserta didik kelas VI sekolah dasar. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif, melibatkan 91 tuturan yang dikumpulkan dari kolom komentar empat unggahan terkait kunjungan kerja pascabencana, menggunakan teknik simak-catat dan triangulasi penyidik untuk menjaga keabsahan data. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan sinisme sebagai jenis paling dominan (71 tuturan, 78,0%), diikuti sarkasme (15 tuturan, 16,5%) dan ironi (5 tuturan, 5,5%), yang mencerminkan kecenderungan pengguna media sosial memilih bentuk kritik yang eksplisit dan menuntut beban kognitif lebih rendah. Temuan ini memiliki relevansi konseptual dengan Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase C yang menuntut peserta didik kelas VI membedakan fakta dan opini serta memahami makna kiasan. Direkomendasikan agar temuan ini dimanfaatkan sebagai rujukan pengembangan profesional guru dalam merancang bahan ajar makna kiasan yang sesuai usia, bukan sebagai bahan bacaan langsung bagi peserta didik, mengingat muatan data sumber berasal dari wacana politik dewasa.

References

Arisnawati, N. (2020). Gaya bahasa sindiran sebagai bentuk komunikasi tidak langsung dalam bahasa Laiyolo. Medan Makna: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan, 18(2), 136–148. https://doi.org/10.26499/mm.v18i2.2314

Attardo, S. (2000). Irony as relevant inappropriateness. Journal of Pragmatics, 32(6), 793–826. https://doi.org/10.1016/S0378-2166(99)00070-3

Boyd, D. (2014). It's complicated: The social lives of networked teens. Yale University Press.

Cahyani, K. P., Ariansyah, Y. T., & Abimubarok, A. (2022). Gaya bahasa ironi stand up comedy Mamat Al Katiri dalam konten YouTube Somasi. Referen: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra, 1(2), 167–175. https://doi.org/10.22236/referen.v1i2.10246

Colston, H. L. (2000). On necessary conditions for verbal irony comprehension. Pragmatics & Cognition, 8(2), 277–324. https://doi.org/10.1075/pc.8.2.04col

Creusere, M. A. (1999). Theories of adults' understanding and use of irony and sarcasm: Applications to and evidence from research with children. Developmental Review, 19(2), 213–262. https://doi.org/10.1006/drev.1998.0474

Filippova, E., & Astington, J. W. (2008). Further development in social reasoning revealed in discourse irony understanding. Child Development, 79(1), 126–138. https://doi.org/10.1111/j.1467-8624.2007.01115.x

Fuchs, C. (2021). Social media: A critical introduction (3rd ed.). SAGE Publications.

Gibbs, R. W. (2000). Irony in talk among friends. Metaphor and Symbol, 15(1–2), 5–27. https://doi.org/10.1080/10926488.2000.9678862

Hancock, J. T. (2004). Verbal irony use in face-to-face and computer-mediated conversations. Journal of Language and Social Psychology, 23(4), 447–463. https://doi.org/10.1177/0261927X04269587

Happé, F. G. E. (1993). Communicative competence and theory of mind in autism: A test of relevance theory. Cognition, 48(2), 101–119. https://doi.org/10.1016/0010-0277(93)90026-R

Hasanah, U., Rahim, A. R., & Syamsuri, A. S. (2021). Analisis penggunaan gaya bahasa sarkasme netizen di media sosial Instagram. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 7(2), 411–423. https://doi.org/10.30605/onoma.v7i2.1255

Kenwening, L. (2020). Gaya bahasa sindiran Bintang Emon dalam video DPO (Dewan Perwakilan Omel-Omel) di media sosial Twitter. Journal Educational of Indonesia Language, 1(1), 9–14. https://doi.org/10.36269/jeil.v1i01.296

Keraf, G. (2010). Diksi dan gaya bahasa (Rev. ed.). PT Gramedia Pustaka Utama.

Kreuz, R. J., & Glucksberg, S. (1989). How to be sarcastic: The echoic reminder theory of verbal irony. Journal of Experimental Psychology: General, 118(4), 374–386. https://doi.org/10.1037/0096-3445.118.4.374

Leech, G. N. (1983). Principles of pragmatics. Longman.

Livingstone, S. (2014). Developing social media literacy: How children learn to interpret risky opportunities on social network sites. Communications, 39(3), 283–303. https://doi.org/10.1515/commun-2014-0113

Mahsun. (2014). Teks dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013. RajaGrafindo Persada.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Ministry of Education, Culture, Research, and Technology. (2022). Capaian pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pada Kurikulum Merdeka. Center for Curriculum and Assessment Standards.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Rev. ed.). Remaja Rosdakarya.

Nurwanda, A. (2020). Analisis gaya bahasa dan fungsi pragmatis dalam wacana media sosial. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(2), 112–125.

Pexman, P. M. (2008). It's fascinating research: The cognition of verbal irony. Current Directions in Psychological Science, 17(4), 286–290. https://doi.org/10.1111/j.1467-8721.2008.00591.x

Rahardi, R. K. (2020). Pragmatik siber: Analisis kesantunan wacana media sosial. Amara Books.

Ratna, N. K. (2014). Stilistika: Kajian puitika bahasa, sastra, dan budaya. Pustaka Pelajar.

Rockwell, P. (2007). Vocal features of conversational sarcasm: A comparison of methods. Journal of Psycholinguistic Research, 36(5), 361–369. https://doi.org/10.1007/s10936-006-9049-0

Downloads

Published

2026-09-02

How to Cite

Fikri, F., Saripudin, A., Pratama, A. D., & Alhindi Osman Mohammed, A. (2026). Ironic Language Style in Social Media Comment Sections and Its Implications for Figurative Meaning Learning in Sixth-Grade Elementary School. Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia, 5(3), 403–414. https://doi.org/10.51574/judikdas.v5i3.5632

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.