PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL YANG MEREDUKSI NILAI BUDAYA

EDUCATION IN THE DIGITAL ERA THAT REDUCES CULTURAL VALUES

https://doi.org/10.51574/aufklarung.v5i2.4635

Authors

  • Nur Balqis Rusli Rama Daud Politeknik Nusantara Makassar
  • ST Nur Samsi Politeknik Nusantara Makassar
  • Kirana Cinta Mentari Politeknik Nusantara Makassar

Keywords:

Pendidikan era digital, reduksi nilai budaya

Abstract

Penggunaan teknologi digital dalam proses pembelajaran memberikan
kemudahan akses informasi, fleksibilitas waktu, serta memperluas jangkauan
sumber belajar bagi peserta didik. Namun, kemudahan ini juga menimbulkan
tantangan serius, khususnya terkait reduksi nilai-nilai budaya lokal. Arus
globalisasi yang diperkuat oleh media digital membuat peserta didik lebih mudah
terpapar budaya asing yang belum tentu sesuai dengan norma dan nilai budaya
bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pendidikan di era
digital berpotensi mereduksi nilai-nilai budaya serta dampaknya terhadap
pembentukan karakter dan identitas budaya peserta didik. Penelitian
menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur,
memanfaatkan berbagai sumber pustaka yang relevan, termasuk buku akademik,
artikel jurnal nasional dan internasional, serta publikasi ilmiah lainnya. Analisis
dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menelaah konsep, teori, dan temuan
penelitian terdahulu terkait pendidikan digital dan pelestarian budaya. Hasil kajian
menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital tanpa penguatan nilai dan etika
dapat menggeser nilai budaya seperti gotong royong, sopan santun,
kebersamaan, dan rasa hormat terhadap sesama. Pendidikan digital cenderung
menekankan keterampilan teknis dan pencapaian kognitif, sementara
pembentukan karakter dan internalisasi budaya kurang diperhatikan. Selain itu,
berkurangnya interaksi sosial langsung akibat penggunaan gawai yang berlebihan
turut menghambat proses pewarisan nilai budaya. TIK juga berpotensi menjadi
sarana pelestarian budaya lokal melalui dokumentasi, digitalisasi, dan penyebaran
konten budaya secara kreatif. Peran aktif pendidik, keluarga, dan pemerintah
diperlukan agar teknologi dapat mendukung pendidikan tanpa mengorbankan nilai
nilai budaya dan identitas bangsa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustinova, D. E. (2022). Teknologi Digital dalam Pelestarian Budaya Lokal di Era Globalisasi. Jurnal Kebudayaan dan Pendidikan.

Aslan, Yunaldi, A. (2018). Budaya dan Pendidikan: Pengantar Memahami Kebudayaan dalam Pendidikan. Jakarta: Penerbit Pustaka.

Aulia, R., et al. (2023). Globalisasi dan Pertukaran Budaya di Era Digital: Tantangan bagi Identitas Nasional. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora.

Boell, S. K., & Cecez-Kecmanovic, D. (2015). On Being ‘Systematic’ in Literature Reviews in IS. Journal of Information Technology.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The Sage Handbook of Qualitative Research. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Doruk, et al. (2023). Dampak Ketergantungan Gawai terhadap Kemampuan Empati dan Interaksi Sosial Peserta Didik. Jurnal Psikologi Pendidikan.

Fink, A. (2019). Conducting Research Literature Reviews: From the Internet to Paper. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Hamdani, A. D. (2021). Pendidikan di Era Digital yang Mereduksi Nilai Budaya. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.

Hayat, & Khuzaini. (2021). Pergeseran Nilai Kolektivisme Menuju Individualisme di Era Digital. Jurnal Sosiologi Kontemporer.

Jantina, et al. (2023). Pemanfaatan Platform Media Sosial dalam Mempromosikan Kesenian Tradisional kepada Generasi Z. Jurnal Komunikasi Digital.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Le, T. (2022). Digital Ethics and Responsibility in Modern Education. International Journal of Digital Literacy.

Maifika, A., Alfiah, N., & Aranah, S. N. (2024). Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Budaya Sekolah Dasar di Era Digital. Jurnal Pendidikan Dasar.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muhaimin. (2001). Nuansa Baru Pendidikan Islam: Mengurai Benang Kusut Dunia Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Prasetyawati. (2010). Kolaborasi Daring dalam Pembelajaran Modern. Jurnal Teknologi Pendidikan.

Rais, et al. (2018). Ketegangan Budaya Lokal dan Budaya Digital: Tantangan Identitas Bangsa. Jurnal Studi Kebudayaan Indonesia.

Ramadhan. (2023). Degradasi Nilai Gotong Royong pada Generasi Muda Akibat Pengaruh Budaya Populer Global. Jurnal Etika dan Budaya.

Revianur. (2020). Digitalisasi Naskah Kuno sebagai Upaya Penyelamatan Warisan Budaya Bangsa. Jurnal Dokumentasi dan Informasi.

Sagala, K. P., Naibaho, L., & Rantung, D. A. (2024). Tantangan Pendidikan Karakter di Era Digital. Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen.

Setiawan. (2018). Pengaruh Media Sosial terhadap Identitas Budaya Masyarakat Modern. Jurnal Sosialisasi.

Febryansyah, R. (2025). Dampak Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap Nilai-Nilai Budaya. Jurnal Inovasi Teknologi dan Sosial.

Wardhanie. (2017). Gaya Hidup Konsumerisme dan Pergeseran Nilai Lokal pada Remaja di Era Digital. Jurnal Pendidikan Sosiologi.

Yusnita, et al. (2023). Dampak Konten Digital Negatif terhadap Karakter dan Moral Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Karakter.

Downloads

Published

2026-01-26

How to Cite

Nur Balqis Rusli Rama Daud, ST Nur Samsi, & Kirana Cinta Mentari. (2026). PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL YANG MEREDUKSI NILAI BUDAYA: EDUCATION IN THE DIGITAL ERA THAT REDUCES CULTURAL VALUES. AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pembelajarannya, 5(2), 62–70. https://doi.org/10.51574/aufklarung.v5i2.4635

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.