Kemampuan Penalaran Aljabar Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Non-Rutin Ditinjau Dari Math Anxiety

https://doi.org/10.51574/jrip.v5i3.4346

Authors

  • Yuliana Asmayani Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Mataram, Mataram, Indonesia
  • M. Syawahid Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Mataram, Mataram, Indonesia https://orcid.org/0000-0001-7104-5685
  • Erpin Evendi Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Mataram, Mataram, Indonesia

Keywords:

Penalaran Aljabar, Soal Non-Rutin, Kecemasan Matematika, State Anxiety, Trait Anxiety

Abstract

Penalaran aljabar merupakan kemampuan penting dalam penyelesaian soal non-rutin, namun proses ini sering terhambat oleh kecemasan matematika (math anxiety). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan variasi kualitas pemenuhan indikator penalaran aljabar pattern seeking, pattern recognizing, dan generalization pada siswa dengan tingkat state anxiety dan trait anxiety yang berbeda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus jamak (multiple-case study) untuk memungkinkan perbandingan lintas kategori kecemasan. Partisipan penelitian terdiri atas 50 siswa kelas VII MTs yang diberikan angket School Mathematics Anxiety Questionnaire (SMAQ). Berdasarkan skor dominan state atau trait anxiety dan kategori tingkat kecemasan (tinggi, sedang, rendah), dipilih enam subjek secara purposif sebagai kasus tipikal, masing-masing mewakili setiap kombinasi kategori. Data dikumpulkan melalui satu soal aljabar non-rutin bersifat terbuka (open-ended) yang menuntut pemodelan, verifikasi, dan generalisasi, serta wawancara berbasis tugas semi-terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan pengodean berbasis rubrik tiga tingkat. Keandalan pengodean diperkuat melalui kesepakatan antar-rater dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan math anxiety tinggi cenderung berhenti pada tahap identifikasi pola awal dan menunjukkan kesalahan manipulasi simbolik, sehingga indikator pattern recognizing dan generalization belum terpenuhi. Subjek dengan kecemasan sedang mampu membangun model aljabar yang tepat, namun verifikasi dan generalisasi masih terbatas. Subjek dengan kecemasan rendah menunjukkan pemenuhan ketiga indikator secara lebih konsisten. Temuan ini mengindikasikan adanya keterkaitan antara tingkat math anxiety dan variasi kualitas penalaran aljabar dalam konteks penyelesaian soal non-rutin, dengan batasan pada generalisasi hasil karena sifat studi kasus.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aminarti, N., & Irmawati. (2024). Analisis kesalahan dalam menyelesaikan permasalahan operasi bentuk aljabar ditinjau dari jenis kesalahan dan faktor penyebabnya. 10, 1408–1418.

Ario, M., & Suhendra. (2025). KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA ALJABAR Pendidikan Matematika, Universitas Pendidikan Indonesia , Bandung , Indonesia E-mail : Abstrak PENDAHULUAN Aljabar merupakan komponen penting dalam pembelajaran matematika . Ia berfungsi sebagai das. 14(2), 458–472.

Aseana, L., Nuraeni, N., & Nuriadin, I. (2020). Deteksi Regulasi Emosi Siswa Dalam Pencapaian Kemampuan Pemahaman Konsep Pada Siswa PKBM Paket C. 11(1), 163–173.

Khairani, K., Wahyudin, W., & Cahya, E. (2022). Analisa Terhadap Kemampuan Penalaran Aljabar Dan Math Anxiety Antara Siswa yang Mengikuti Pembelajaran 7E Learning Cycle dan Concept Attainment. Jurnal Eksakta Pendidikan (Jep), 6(1), 77–83. https://doi.org/10.24036/jep/vol6-iss1/649

Kobandaha, P. E., & Fuad, Y. (2019). Algebraic Reasoning of Students with Logical-mathematical Intelligence and Visual-spatial Intelligence in Solving Algebraic Problems. 2(4), 207–211. https://doi.org/10.33122/ijtmer.v2i4.138

Kumala, S., & Setianingsih, R. (2025). Penalaran Aljabar Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam Menyelesaikan Soal Open-ended Ditinjau dari Adversity Quotient. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 3(6), 79–87. https://doi.org/10.26740/mathedunesa.v14n2.p370-387

Lamote, H., HIKMAH, M. Al, & Dedyerianto. (2025). Analisis Kesulitan Belajar Matematika Siswa Pada Materi Aljabar Ditinjau yang baik dalam pembelajaran matematika . Tingkat kecemasan ini bersifat dinamis dan individual ,. Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika, 6(1), 12–29.

Ma, H., & Sun, C. (2025). The Relationship Between the Mathematics Anxiety and Mathematics Achievement of Middle School Students : The Moderating Effect of Working Memory. 1957, 1–17.

Nisa, L. C., Sulistyaningsih, D., & Purnomo, E. A. (2024). Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Pada Materi Aljabar Ditinjau Dari Mathematics Axiety. JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal), 7(2), 163–166. https://doi.org/10.37081/mathedu.v7i2.5954

Nurhidayati, L. (2024). Kecemasan Matematika (Math Anxiety) dan Dampaknya Terhadap Prestasi Belajar. 61–66.

Nurmawanti, W. R. P. (2023). PENALARAN ALJABAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PROGRAM LINEAR BERDASARKAN GAYA KOGNITIF.

Nurtamam, M. E., Budayasa, K., & Lukito, A. (2025). Analysis of Students’ Algebraic Reasoning Processes in Ex- panding Mathematical Expressions in Nonroutine Problems.

Putra, F. P. (2025). Penalaran Aljabar Memecahkan Masalah Matematika.

Putri, A. (2018). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Rutin dan Non-Rutin Pada Materi Aturan Pencacahan. 6754, 890–896.

Rittle-johnson, B., Schneider, M., & Star, J. R. (2015). Not a One-Way Street : Bidirectional Relations Between Procedural and Conceptual Knowledge of Mathematics. https://doi.org/10.1007/s10648-015-9302-x

Safitri, W., & Jusra, H. (2020). Kemampuan Pemecahan Masalah Math Anxiety. Jurnal Gammath, 5(2), 61–71.

Sermatan, E., Fahinu, F., & Zamsir, Z. (2019). Peningkatan Kemampuan Penalaran Aljabar Siswa Melalui Problem Based Learning Dan Konvensional Pada Siswa Madrasah Tsanawiah. Jurnal Pendidikan Matematika, 9(1), 53. https://doi.org/10.36709/jpm.v9i1.5760

Sholichah Fazha Mardhatillatus, A. N. A. (2022). Math Anxiety Siswa: Level Dan Aspek Kecemasan. Journal of Mathematics Learning Innovation (Jmli), 1(2), 125–134.

Spielberger, C. D. (1983). DEVELOPMENT OF THE SPANISH EDITION OF THE STATE-TRAIT ANXIETY INVENTORY. 3–4.

Sulistiawati, I., Arsyad, N., & Minggi, I. (2020). Deskripsi Penalaran Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika pada Pokok Bahasan Barisan dan Deret Ditinjau dari Kemampan Awal. Issues in Mathematics Education (IMED), 3(2), 111. https://doi.org/10.35580/imed11047

Widya Rizky Zakinah, Siti Inganah, & Minatun Nadlifah. (2022). Analysis of Students’ Reasoning Ability in Solving Non-Routine Math Problems in terms of Learning Style. Mathematics Education Journal, 6(2), 217–228. https://doi.org/10.22219/mej.v6i2.23048

Windsor, W. J. J., & Ed, M. (2009). Algebraic Thinking- More to Do with Why , Than X and Y. Mathematics Education Journal, 592–595.

Zakaria, L. F. A., Mustangin, & Alifiani. (2021). ANALISIS KECEMASAN MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS XII SMA PADA PEMBELAJARAN DARING. 16(9), 49–59.

Published

2025-12-22

How to Cite

Yuliana Asmayani, Syawahid, M., & Evendi, E. (2025). Kemampuan Penalaran Aljabar Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Non-Rutin Ditinjau Dari Math Anxiety. Jurnal Riset Dan Inovasi Pembelajaran, 5(3), 1286–1298. https://doi.org/10.51574/jrip.v5i3.4346