TINDAK TUTUR DALAM PUISI TOBAT KARYA ABU NAWAS KAJIAN PRAGMATIK J. L. AUSTIN

https://doi.org/10.51574/vokatif.v3i3.5963

Authors

  • Ziyad Hauzan Alhafizh Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Yadi Mardiansyah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Khomisah Khomisah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Keywords:

tindak tutur, pragmatik, J. L. Austin, Abu Nawas, syi’ir tobat

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur serta menganalisis fungsi lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam syi’ir tobat karya Abu Nawas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan teori tindak tutur J. L. Austin sebagai landasan analisis. Sumber data penelitian berupa dua syi’ir dalam Diwan Abu Nuwas, yaitu Ilāhī Lastu lil-Firdawsī Ahlan dan Yā Rabbī In ‘Aẓumat Dhunūbī Katsratan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan close reading, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 tuturan yang mengandung tindak tutur, terdiri atas 11 tindak tutur ekspresif (61,1%), 4 tindak tutur asertif (22,2%), dan 3 tindak tutur direktif (16,7%). Tindak tutur ekspresif menjadi bentuk yang paling dominan karena digunakan untuk mengungkapkan penyesalan, rasa bersalah, ketakutan, ketidaklayakan, ketidakberdayaan, dan ketundukan penutur kepada Tuhan. Tindak tutur direktif berfungsi sebagai permohonan tobat dan ampunan, sedangkan tindak tutur asertif digunakan untuk menegaskan keyakinan terhadap keluasan ampunan Tuhan. Pada aspek lokusi, tuturan menyampaikan makna literal mengenai dosa, kelemahan, permohonan, dan ampunan; pada aspek ilokusi, tuturan menjalankan tindakan mengakui, memohon, menyesal, dan menegaskan keyakinan. Sedangkan aspek perlokusi menunjukkan efek pragmatik berupa kesan kerendahan diri, ketergantungan, dan penghayatan spiritual. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemosisian diri inferior menjadi bagian dari strategi tuturan dalam membangun komunikasi spiritual antara manusia sebagai hamba dan Tuhan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdulla, H. I. (2018). Locutionary, illocutionary and perlocutionary acts between modern linguistics and traditional Arabic linguistics. Mustansiriyah Journal of Arts, (55). https://doi.org/10.35167/muja.v0i55.674

AlRamadneh, A. H. M. (2023). Speech acts in Arabic poetry: A pragmatic approach. Ijaz Arabi Journal of Arabic Learning, 6(2), 381–393. https://doi.org/10.18860/ijazarabi.v6i2.20413

Austin, J. L. (1962). How to do things with words. Oxford: Clarendon Press.

Hartanti, Z. (2022). Speech acts and deixis in the poem “Asyhadu An Lā Imra'ata Illā Anti” by Nizar Qabbani: A pragmatics analysis. Islah: Journal of Islamic Literature and History, 3(2), 97–108. https://doi.org/10.18326/islah.v3i2.97-108

Leech, G. N. (1993). Prinsip-prinsip pragmatik. Jakarta: UI Press.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nawawi, A. (2005). Diwan Abu Nuwas. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Nicholson, R. A. (1962). A literary history of the Arabs. Cambridge: Cambridge University Press.

Searle, J. R. (1979). Expression and meaning: Studies in the theory of speech acts. Cambridge: Cambridge University Press.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Wellek, R. (1989). Teori kesusastraan. Jakarta: Gramedia.

Yule, G. (1996). Pragmatics. Oxford: Oxford University Press.

Published

2026-10-12

How to Cite

Ziyad Hauzan Alhafizh, Yadi Mardiansyah, & Khomisah, K. (2026). TINDAK TUTUR DALAM PUISI TOBAT KARYA ABU NAWAS KAJIAN PRAGMATIK J. L. AUSTIN. Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, Dan Sastra, 3(3), 479–490. https://doi.org/10.51574/vokatif.v3i3.5963

Issue

Section

Articles