MAKNA SIMBOLIK DALAM FILM MUNGKIN ESOK LUSA ATAU NANTI :ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE
https://doi.org/10.51574/vokatif.v3i3.5878
Keywords:
makna simbolik, film, semiotikaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik yang terdapat dalam film Mungkin Esok, Lusa, atau Nanti dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian menerapkan metode deskriptif kualitatif melalui analisis terhadap 5 adegan terpilih berdasarkan unsur sign, object, dan interpretant, serta mengklasifikasikan tanda ke dalam kategori ikon, indeks, dan simbol. Hasil analisis menunjukkan bahwa film tersebut merepresentasikan berbagai makna simbolik, seperti kerja keras, kesetiaan, tanggung jawab, moralitas, spiritualitas, pengorbanan, keberanian, dan persaudaraan. Makna tanda yang ditampilkan juga berkaitan erat dengan nilai-nilai budaya Indonesia, di antaranya sopan santun, penghormatan kepada guru, bakti kepada orang tua, kesederhanaan, komitmen, kejujuran, musyawarah, serta pemeliharaan silaturahmi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa film tidak sekadar menghadirkan cerita drama romantis, tetapi juga berperan sebagai media komunikasi yang efektif dalam menyampaikan makna simbolik melalui tanda-tanda visual dan naratif, yang merefleksikan pesan moral dan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Downloads
References
Ahmad Reza Fahlevi. (2021). Representasi perjuangan keluarga dalam film Di Balik 98 (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce). Jurnal PANTAREI, Universitas Budi Luhur. https://jom.fikom.budiluhur.ac.id/index.php/Pantarei/article/view/621
Ahyar, D. B. (2019). Analisis teks dalam penelitian kebahasaan (sebuah teori dan aplikatif). Shaut Al Arabiyyah, 7(2), 100–115. https://doi.org/10.24252/saa.v7i2.10273
Basri, S., & Sari, E. (2019). Tari Remo (Ngremong): Sebuah analisis teori semiotika Roland Barthes tentang makna denotasi dan konotasi dalam Tari Remo (Ngremong). GETER: Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik, 2(1), 55–69. https://journal.unesa.ac.id/index.php/geter/article/view/4800
Ida, R. (2014). Komunikasi dan budaya: Perspektif semiotika dalam media. Jakarta: Gramedia.
Iwan, K. (2024). Mungkin Esok Lusa atau Nanti [Film]. Indonesia: Fourcolours Films.
Lantowa, R. A., Hamu, T. F., & Imran, M. (2017). Analisis semiotika dalam kajian media dan budaya. Penerbit Universitas Negeri Gorontalo.
Muhammad Dwi Angga. (2023). Pesan nilai perjuangan aktualisasi pada film Yowis Ben (Analisis Semiotika). Universitas Medan Area. https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/22018
Mustikasari, R. P. (2021). Kajian stilistika terhadap nilai estetika majas yang berindikasi pendidikan karakter. Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 2(2), 258–268. https://doi.org/10.23969/wistara.v2i2.4873
Nurhidayah, L., Elmustian, & Zulhafizh. (2022). Nilai perjuangan dalam novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata dan implikasinya bagi pembelajaran karakter di SMA sederajat. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 13579–13593. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/4596
Peirce, C. S. (1931–1958). Collected papers. Harvard University Press.
Perdana, A., Suryani, T., & Nugraha, F. (2019). Analisis semiotika: Pendekatan dalam studi tanda dan makna. Jakarta: Pustaka Media Nusantara.
Rahmat Fadhila, M., & Putranto Prasetyo Wijharto Tunggali, A. (2023). Representasi mafia seni pada film Mencuri Raden Saleh (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce). Semiotika, 17(2), 112–119.
Rahma Dani Marhama. (2023). Analisis semiotika nilai perjuangan Islam dalam film Buya Hamka Volume 1. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. http://repository.uin-suska.ac.id/78116/
Rumadi, H. (2020). Representasi nilai perjuangan dalam novel Berhenti di Kamu karya Gia Pratama. Semiotika: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik, 21(1), 1–10. https://doi.org/10.19184/semiotika.v21i1.17186
Sobur, A. (2002). Analisis teks media: Suatu pengantar untuk analisis wacana, analisis semiotik, dan analisis framing. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Siti Khodijah Reza Ritonga. (2022). Analisis semiotika perjuangan seorang ibu pada film The Preparation. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/20041
Tumanggor, R., Ridlo, K., & Nurochim, M. M. H. (2017). Ilmu sosial dan budaya dasar. Jakarta: Kencana.
Widya Annisa Rachmatika. (2023). Pesan moral dalam film Ranah 3 Warna (Analisis Charles Sanders Peirce). Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri. https://repository.uinsaizu.ac.id/22212/1/WIDYA%20AR_PESAN%20MORAL%20DALAM%20FILM%20RANAH%203%20WARNA-1.pdf
Wijaya, A. (2022). Analisis semiotika dalam kajian media. Jakarta: Pustaka Cendekia.
Zandroto, F. (2023). Nilai-nilai perjuangan dalam buku Ahmad Yani Sebuah Kenang-Kenangan karya Ibu A. Yani sebagai sumber belajar sejarah. Jurnal Sejarah dan Pendidikan, 4(1), 1–23.
Drs. H. Aceng Kosasih, M.Ag. (2015). Konsep pendidikan nilai. STAIN IAIN Nida El Adabi. https://mynida.stainidaeladabi.ac.id/asset/file_pertemuan/d3fd8-konsep_pend._nilai-2-.pdf
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Salmia Salmia, Kasmawati Kasmawati, Aryanti Aryanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




