METAFORA ALAM BERTEMAKAN KRITIK SOSIAL PASCABENCANA SUMATRA: KAJIAN EKOLINGUISTIK

https://doi.org/10.51574/vokatif.v3i2.5601

Authors

  • Mutia Mawaddah Rohmah IAI YAPTIP Chadijah Ismail
  • Anisa Nurjanah Universitas Negeri Padang

Keywords:

metafora, biologis, idiologis, sosiologis, manusia, lingkungan, kritik

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran bahasa metaforis dalam merepresentasikan krisis lingkungan melalui pendekatan ekolinguistik. Data penelitian berupa enal ungkapan metaforis yang berkembang dalam wacana publik terkait dengan bencana Sumatra November 2025 lalu, berupak alam adalah ibu, alam tak pernah benar-benar marah, alam berbicara, pohon bunuh diri massal, ketika alam mengungkap bobroknya sistem dan taubat ekologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif fengan tenikin analisis tiga dimensi, meliputi dimensi biologis, ideologis dan sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya metafora berfungsi tidak hanya sebagai perangkat retoris, tetapi juga sebagai instrumen pembentuk kesadaran ekologis kolektif. Pada dimensi biologis, metafora merefleksikan terganggunya keseimbangan ekosistem, pada dimensi ideologis, metafora menjadi kritik terhadap paradigma pembangunan yang antroposentris, sedangkan pada dimensi sosiologis, metafora menungkap keterkaitan antara kebijakan, kepentingan ekonomi dan kerentanan masyarakat. Dengan demikian, bahasa metaforis memiliki peran strategis dalam membingkai ulang relasi manusia dan alam serta mendorong perubahan paradigma menuju etika lingkungan yang berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

DAFTAR PUSTAKA

Arne Naess. (1989). Ecology, Community and Lifestyle: Outline of an Ecosophy. Cambridge: Cambridge University Press.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2025). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring (Edisi V, update Oktober 2025). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. https://kbbi.kemdikbud.go.id

Batakkerenofficial [@batakkerenofficial]. (03 Desember 2025). Alam adalah Ibu, bila Engkau Menyakitinya, Engkau akan Kehilangan Pelukan Terhangat dalam Hidupmu! W.S Rendra [Foto]. Instagram. https://www.instagram.com/reel/DRyAjSuk6-W/?igsh=MXRxYWQ4dDY2ZG JkeQ==

Begon, M., & Townsend, C. R. (2021). Ecology: From individuals to ecosystems (5th ed.). Oxford: Wiley-Blackwell.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2025). Laporan analisis meteorologi: Siklon Tropis Senyar dan curah hujan ekstrem wilayah Sumatera November 2025. Jakarta: BMKG.

Bowlby, J. (1969). Attachment and loss: Vol. 1. Attachment. New York: Basic Books.

Darwin, C. (1859). On the origin of species. London: John Murray.

Fill, Alwin dan Peter Mühlhäusler. (2001). The Ecolinguistics Reader: Language, Ecology, and Environment. London: Continuum.

Futuyma, D. J. (2013). Evolution (3rd ed.). Sunderland, MA: Sinauer Associates.

Hasan, K. (2025, December 3). Pohon Bunuh Diri Massal. Bollo.id. https://www.bollo.id/ceritaan/essay/pohon-bunuh-diri-massal/

John W. Creswell. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Goffman, E. (1974). Frame Analysis: An Essay on the Organization of Experience. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Greenpeace International. (2012). Nature: A System of Systems. Greenpeace International. https://www.greenpeace.org/international/story/47698/nature-a-system-of-systems/

Idris, R. (2025, 7 Desember). Ketika Hutan Tak Lagi Berbisik: Luka Alam, Air Mata Manusia, dan Masa Depan Yang Harus Kita Selamatkan. KabarDaerah.com. https://kabardaerah.com/2025/12/07/ketika-hutan-tak-lagi-berbisik-luka-alam-air-mata-manusia-dan-masa-depan-yang-harus-kita-selamatkan/

Laraiba.co.id. (2025, 2 Desember). Banjir Bandang Sumatra: Saat Alam Berbicara dan Manusia Harus Bercermin. https://laraiba.co.id/blog/detail/121/banjir-bandang-sumatra-saat-alam-berbicara-dan-manusia-harus-bercermin

Lakoff, G. (2004). Don’t Think of An Elephant! Know Your Values and Frame the Debate. White River Junction, VT: Chelsea Green Publishing.

Lakoff, G., & Johnson, M. (1980). Metaphors We Live by. Chicago: University of Chicago Press.

Meier, G., & Smala, S. (2022). Languages and Social Cohesion: A Transdisciplinary Literature Review. Abingdon, Oxon & New York, NY: Routledge.

Moleong, Lexy J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017.

Muslimahjakartaofficial [@muslimahjakartaofficial]. (29 November 2025). Ketika Alam Mengungkap Bobroknya Sistem. [Foto]. Instagram. https://www.instagram.com/p/DRn8FsujyCH/?igsh=MXdkZWJ0ZTBkdHBsYw==

Na’imah. (2021). Mengenal Metafora (Bahasa Inggris-Bahasa Indonesia): Picture of Culture. Bandar Lampung: Pusaka Media.

Nilamsari, N. (2014). Memahami Studi Dokumen dalam Penelitian Kualitatif. Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 13(2), 177–181.

Francis, Pope. (2015). Laudato Si': On Care for Our Common Home. Vatican Press. https://www.vatican.va/content/francesco/en/encyclicals/documents/papa-francesco_20150524_enciclica-laudato-si.html

Prasetya, K. H., Subakti, H., & Septika, H. D. (2020). Pemertahanan Bahasa Dayak Kenyah di Kota Samarinda. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 3(3), 295–304.

Putra, Fajar Setyaning Dwi. (2025, 2 Desember). Bencana Sumatera: Refleksi Kolektif untuk Taubat Ekologis. Kompas.com Lestari. https://lestari.kompas.com/read/2025/12/02/ 130000886/bencana-sumatera--refleksi-kolektif-untuk-taubat-ekologis

Rohmah, Mutia M. (2019). Metafora Bertemakan Kritik Sosial dalam Lirik lagu Iwan Fals: Kajian Ekolinguistik, Metalingua, 18(2), 153-166.

Rolston III, H. (1988). Environmental Ethics: Duties to and Values in the Natural World. Philadelphia: Temple University Press.

Saeed, J. I. (2015). Semantics (4th ed.). Chichester, West Sussex: Wiley-Blackwell.

Santrock, J. W. (2019). Life-Span Development (17th ed.). New York: McGraw-Hill.

Freud, Sigmund. (1905). Three Essays on the Theory of Sexuality. New York: Basic Books.

Stibbe, A. (2021). Ecolinguistics: Language, Ecology and the Stories we Live by (2nd ed.). London, UK: Routledge.

Sudaryanto. (2018). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Taiz, L., Zeiger, E., Møller, I. M., & Murphy, A. (2015). Plant Physiology and Development (6th ed.). Sunderland, MA: Sinauer Associates.

Van Dijk, T. A. (2008). Discourse and Context: A Sociocognitive Approach. Cambridge, UK: Cambridge University Press.

World Health Organization. (2013). Postnatal Care of the Mother and Newborn. Geneva: WHO.

Published

2026-06-30

How to Cite

Mutia Mawaddah Rohmah, & Anisa Nurjanah. (2026). METAFORA ALAM BERTEMAKAN KRITIK SOSIAL PASCABENCANA SUMATRA: KAJIAN EKOLINGUISTIK. Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, Dan Sastra, 3(2), 96–114. https://doi.org/10.51574/vokatif.v3i2.5601

Issue

Section

Articles