KONFLIK BATIN DAN PROSES PENERIMAAN DIRI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SI ANAK SPESIAL KARYA TERE LIYE: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA

https://doi.org/10.51574/vokatif.v3i2.4874

Authors

  • Irene Nadia Ayuningtyas Universitas Tidar

Keywords:

konflik batin, Penerimaan Diri, Psikologi Sastra, Erik Erikson

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk konflik batin serta proses penerimaan diri yang dialami tokoh utama dalam novel Si Anak Spesial karya Tere Liye dengan menggunakan teori perkembangan psikososial Erik Erikson, khususnya pada tahap identity vs role confusion. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi melalui kegiatan membaca, mencatat, dan mengklasifikasikan data berupa kutipan narasi dan dialog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama mengalami konflik batin berupa perasaan berbeda, keraguan diri, dan tekanan lingkungan akibat pelabelan “spesial”. Konflik tersebut berkembang melalui interaksi sosial yang memengaruhi pembentukan identitas diri tokoh. Proses penerimaan diri terjadi melalui dukungan keluarga yang membantu tokoh memahami dan menerima dirinya. Dengan demikian, tokoh berhasil melewati krisis identitas dan mencapai penerimaan diri sesuai dengan teori Erikson.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Desmita. (2017). Psikologi perkembangan peserta didik. PT Remaja Rosdakarya.

Faradila, N. A., Sutejo, S., & Suprayitno, E. (2023). Konflik batin tokoh utama dalam novel Mengapa Aku Cantik karya Wahyu Sujani. Jurnal Leksis, 3(2), 88–96. https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/Leksis

Hutahaean, G. T., Hasibuan, S. J., Ginting, D. H. S. br., & Sitanggang, M. R. G. (2026). Dinamika stilistika dan fungsi retoris dalam novel Si Anak Spesial karya Tere Liye. Boraspati Journal, 2(3), 339–350. https://doi.org/10.64674/boraspatijournal.v2i3.40

Maulana, N., & Susanti, S. (2022). Analisis implikatur percakapan dalam novel Si Anak Spesial karya Tere Liye dan pemanfaatannya sebagai bahan ajar di sekolah menengah atas. GERAM, 10(2), 98–110. https://doi.org/10.25299/geram.2022.10715

Saroh, D. M., & Hasan, L. N. (2021). Identitas diri tokoh utama dalam novel Aku Wong Kafir karya Tulus Setiyadi (kajian psikologi Erik H. Erikson). Jurnal Online Baradha, 17(2), 820–841. https://doi.org/10.26740/job.v17n2.p820-841

Semi, M. A. (2012). Metode penelitian sastra. Angkasa.

Setiani, F., & Arifin, Z. (2021). Nilai edukatif tokoh Burlian dalam novel Si Anak Spesial karya Tere Liye: Tinjauan sosiologi sastra sebagai bahan ajar cerita inspiratif. Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 1(2), 1–12. https://doi.org/10.37304/enggang.v2i1.2843

Tere Liye. (2018). Si anak spesial. Jakarta: Republika.

Wellek, R., & Warren, A. (1993). Teori kesusastraan. Gramedia Pustaka Utama.

Published

2026-04-27

How to Cite

Irene Nadia Ayuningtyas. (2026). KONFLIK BATIN DAN PROSES PENERIMAAN DIRI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SI ANAK SPESIAL KARYA TERE LIYE: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA. Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, Dan Sastra, 3(2), 79–84. https://doi.org/10.51574/vokatif.v3i2.4874

Issue

Section

Articles