REPRESENTASI PENOLAKAN “IBU PERI” DALAM ALBUM UNTUK DUNIA, CINTA, DAN KOTORNYA KARYA NADIN AMIZAH: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES

https://doi.org/10.51574/vokatif.v3i2.4846

Authors

  • Nur Nuzula Ramadani Universitas Tidar

Keywords:

semiotika, stereotip, lirik lagu, representasi, Nadin Amizah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi penolakan terhadap stereotip “ibu peri” dalam album Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya karya Nadin Amizah. Nadin Amizah sering dilekatkan dengan stereotip “ibu peri” oleh para penggemarnya karena citra vokal yang lembut serta estetika visual yang identik dengan nuansa feminim dan puitis. Stereotip tersebut dapat berpotensi mengaburkan kompleksitas dari identitas seorang seniman. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Data penelitian berupa kata, frasa, dan bait dalam lirik lagu yang merepresentasikan penolakan terhadap stereotip tersebut. Pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sebelas lagu dalam album tersebut, terdapat lima lagu yakni Jangan Ditelan, Rayuan Perempuan Gila, Tapi Diterima, Tawa, dan Nadin Amizah yang merepresentasikan penolakan terhadap stereotip “ibu peri” melalui tiga lapisan semiotika Barthes. Pada tingkat denotasi, lirik tersebut secara harfiah mennghadirkan diksi yang bertentangan langsung dengan citra kesucian dan kelembutan, yakni berupa pengakuan atas luka, kemarahan, dan pengalaman pahit yang selama ini tersembunyi di balik stereotip. Pada tingkat konotasi, makna tersebut berkembang menjadi bentuk resistensi tegas terhadap konstruksi sosial yang membelenggu perempuan pada citra ideal yang lembut dan sempurna, dengan menempatkan perempuan sebagai subjek yang berhak atas seluruh pengalaman emosionalnya. Sementara itu, pada tingkat mitos keseluruhan album berfungsi sebagai narasi tandingan yang secara tegas membongkar dan mendeskonstruksi mitos kesempurnaan yang melekat dalam stereotip “ibu peri”, sekaligus menegaskan identitas identitas seniman sebagai individu yang kompleks, dinamis, dan multidimensional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amelin, K., & Setyarum, A. (2024). Entitas Cinta pada Lirik Lagu dalam Album untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya Karya Nadin Amizah (Kajian Psikologi Sastra). Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 11(2), 281. https://doi.org/10.30595/mtf.v11i2.22599

Amizah, N. (n.d.). Nadin Amizah. Retrieved April 4, 2026, from https://www.youtube.com/@nadin.amizah/featured

Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices (S. Hall, Ed.). SAGE.

Rustia, Suryani, w, & Anwar, f. (2023). Analisis Semiotik Makna Keikhlasan Pada Lagu Hati-Hati Di Jalan Karya Tulus (Vol. 2, Number 1). https://id.wikipedia.org/wiki/Tulus_

Pradopo, R. (1987). Pengkajian Puisi: Analisis Strata Norma dan Analisis Struktural dan Semiotik. (1st ed.). Gadjah Mada University Press.

Sudipa, I. (2021). Mutiara Kebijaksanaan Para Filsuf Zaman Yunani Sampai Post Modern. Swasta Nulis.

Tri Wulandari, Ririn Rahayu, & Masithah Mahsa. (2024). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Lirik Lagu Album Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya Karya Nadin Amizah. BLAZE : Jurnal Bahasa Dan Sastra Dalam Pendidikan Linguistik Dan Pengembangan, 3(1), 08–38. https://doi.org/10.59841/blaze.v3i1.2099

Triani, A. I. M., & Febrian, F. (2025). Representasi Ideologi Feminisme Dalam Lirik Lagu Taylor Swift pada Album “Folklore’’. Jurnal Humaniora Dan Ilmu Pendidikan, 4(2), 49–61. https://doi.org/10.35912/jahidik.v4i2.4084

Yasmin, L. (2024, March 7). Mengenal Nadin Amizah, Solois Perangkul Jiwa Puitis yang Kerap Dijuluki Ibu Peri. Times Indonesia. https://timesindonesia.co.id/entertainment/488996/mengenal-nadin-amizah-solois-perangkul-jiwa-puitis-yang-kerap-dijuluki-ibu-peri

Zam, M. A. A., Utami, P. I., & Fitriani, Y. (2023). Representasi Perempuan dalam Lirik Lagu Nadin Amizah “Rayuan Perempuan Gila.” Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia), 13(2), 210–216. https://doi.org/10.31851/pembahsi.v13i2.12894

Published

2026-04-07

How to Cite

Nur Nuzula Ramadani. (2026). REPRESENTASI PENOLAKAN “IBU PERI” DALAM ALBUM UNTUK DUNIA, CINTA, DAN KOTORNYA KARYA NADIN AMIZAH: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES. Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, Dan Sastra, 3(2), 58–66. https://doi.org/10.51574/vokatif.v3i2.4846

Issue

Section

Articles