INTEGRASI KEARIFAN LOKAL RAMBU SOLO’ DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR: NILAI KARAKTER DAN LITERASI BUDAYA SISWA
https://doi.org/10.51574/vokatif.v3i2.4455
Keywords:
pembelajaran Bahasa Indonesia, kearifan lokal, Rambu Solo’, pendidikan karakter, literasi budayaAbstract
Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar memiliki fungsi strategis tidak hanya dalam mengembangkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, tetapi juga dalam membangun karakter serta literasi budaya siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan integrasi kearifan lokal Rambu Solo’ dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di UPT SDN 1 Sangalla’, mengidentifikasi nilai karakter dan literasi budaya yang dapat dikembangkan, serta memetakan tantangan implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dirancang meliputi guru, siswa kelas V–VI, tokoh adat, dan orang tua siswa, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi/kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Berdasarkan observasi awal yang tercantum dalam proposal penelitian, unsur budaya seperti ma’badong, gotong royong, penghormatan kepada keluarga dan leluhur, penerimaan tamu, serta narasi prosesi Rambu Solo’ berpotensi dijadikan teks dan konteks autentik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Integrasi tersebut dapat diarahkan pada kegiatan membaca teks budaya, menyimak tradisi lisan, berdiskusi, memperkaya kosakata budaya, dan menulis teks deskripsi atau narasi. Nilai yang menonjol meliputi gotong royong, kepedulian sosial, tanggung jawab, penghormatan, religiusitas, dan kebersamaan. Secara konseptual, integrasi budaya lokal membuat pembelajaran bahasa lebih kontekstual sekaligus memperkuat kemampuan siswa memahami, menafsirkan, dan merefleksikan budaya sendiri. Namun, temuan akhir tetap memerlukan verifikasi melalui pengumpulan data lapangan sebagaimana dirancang dalam proposal.
Downloads
References
Affandy, S. (2017). Penanaman nilai-nilai kearifan lokal dalam meningkatkan perilaku keberagaman. Attuhalab, 2(2), 1–16.
Agung, I. (2017). Peran fasilitator guru dalam penguatan pendidikan karakter (PPK). Perspektif Ilmu Pendidikan, 31(2), 106–119. https://doi.org/10.21009/PIP.312.6
Arianti, I., Nurlela, & Junaeda. (2021). Pergeseran nilai dan makna budaya tradisi Rambu Solo’ masyarakat Toraja di masa modern. Journal of Anthropology, 3(2), 1–8.
Dewantara, K. H. (1962). Karja I (Pendidikan). Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.
Febriana, I., Amrizal, A., Riskiyana, N., Lumban Gaol, M. K., Hutapea, N. P. A., Ginting, H. P. O., & Nasution, Z. F. (2025). Strategi pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal untuk siswa SD. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1). https://doi.org/10.31004/jptam.v9i1.25749
Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (3rd ed.). Teachers College Press.
Hatima, Y. (2025). Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk menumbuhkan karakter siswa sekolah dasar. Journal of Humanities, Social Sciences, and Education, 1(3), 24–39. https://doi.org/10.64690/jhuse.v1i3.47
Hatima, Y., Ummah, I., & Saputra, E. E. (2025). Integrasi nilai kearifan lokal budaya Sunda dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui pendekatan sastra di sekolah dasar. Sulawesi Tenggara Educational Journal, 5(1). https://doi.org/10.54297/seduj.v5i1.1218
Icahayati, K., Yudiana, K., & Trisna, G. A. P. S. (2024). Media pembelajaran e-komik berbasis kearifan lokal pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V sekolah dasar. Journal of Education Action Research, 8(2). https://doi.org/10.23887/jear.v8i2.78017
Ismail, I., Umiyati, J., & Rahmat, R. (2026). Enhancing literacy through culturally responsive pedagogy: Exploring the intersection of language, culture, and inclusive education in Indonesian elementary schools. Traduction et Langues.
Kementerian Pendidikan Nasional. (2011). Panduan pelaksanaan pendidikan karakter. Kementerian Pendidikan Nasional.
Lickona, T. (2022). Character matters (Persoalan karakter): Bagaimana membantu anak mengembangkan penilaian yang baik, integritas, dan kebajikan penting lainnya. Bumi Aksara.
Rahim, A., Raisul, S., & Abdoludin, I. (2016). Character issues: Reality character problems and solutions through education in Indonesia. Journal of Education and Practice, 7(17), 158–165.
Rohmawati, D. Y., Suprayitno, & Zuliana, D. (2024). Implementasi pendekatan CRT (Culturally Responsive Teaching) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas II SD Negeri Sumobito 1 Jombang. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(3). https://doi.org/10.23969/jp.v9i3.17299
Sari, A. P., & Kumalasani, M. P. (2025). Integrating local culture into IPAS learning: A culturally responsive teaching approach in elementary school. Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 14(6), 941–956. https://doi.org/10.33578/jpfkip.v14i6.941-956
Senolinggi, H., Hakpantria, Tolanda, J. E., & Syukur, R. (2021). Sistem kepercayaan dalam upacara adat Rambu Solo’ masyarakat Toraja di perkampungan Buntu Burake. Prosiding Semnas PGSD, 1(1), 156–163.
Serdianus. (2022). Nilai-nilai pendidikan karakter dalam upacara Rambu Solo di Tana Toraja. Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.55904/educenter.v1i1.6
Sesa, E., Asdar, & Muhammadiah, M. (2023). Analisis nilai pendidikan karakter religius dalam wacana Badong pada upacara Rambu Solo’ suku Toraja. Mega Pena: Jurnal Pendidikan dan Sastra Indonesia, 8(1), 33–45. https://doi.org/10.52208/megapena.v8i1.463
Siyoto, S., & Sodik, M. A. (2015). Dasar metodologi penelitian. Literasi Media Publishing.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Susanna Vonny Noviana Rante

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




