REPRESENTASI IDENTITAS MASYARAKAT TORAJA DALAM CERITA RAKYAT LAKIPADADA: ANALISIS SEMIOTIKA SOSIAL

https://doi.org/10.51574/vokatif.v3i3.3459

Authors

  • Rita Tanduk Universitas Kristen Indonesia Toraja

Keywords:

semiotika sosial, identitas budaya, cerita rakyat Toraja, nilai kearifan lokal

Abstract

Cerita rakyat Toraja merupakan warisan budaya lisan yang merepresentasikan identitas masyarakat melalui sistem tanda, di tengah tantangan transformasi sosial dan globalisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi identitas masyarakat Toraja dalam cerita rakyat Lakipadada melalui perspektif semiotika sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis semiotika sosial berbasis kerangka kerja Hodge dan Kress. Data berupa narasi, dialog, tindakan tokoh, dan simbol adat dikumpulkan melalui teknik close reading serta studi dokumentasi dari naskah cerita rakyat Lakipadada, lalu dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas masyarakat Toraja dikonstruksi melalui hubungan antar-sumber daya semiotik (semiotic resources), seperti tokoh Lakipadada, rumah adat Tongkonan, aturan Aluk, ritual kerbau, musyawarah, dan struktur kekerabatan. Elemen-elemen ini merepresentasikan dimensi kepemimpinan ideal, religius-adat, kolektivitas, dan solidaritas komunal. Makna identitas budaya tersebut bersifat dinamis dan lahir dari interaksi antara tanda, praktik sosial, dan konteks budaya masyarakat Toraja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa cerita rakyat Lakipadada tidak hanya berfungsi sebagai warisan sastra lisan, tetapi juga sebagai media representasi yang secara aktif mengonstruksi, mereproduksi, dan mempertahankan identitas budaya masyarakat. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis pada penerapan semiotika sosial dalam sastra lisan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andalas, E. F., Prawiroatmodjo, S., Saktimulya, S. R., & Indrastuti, N. S. K. (2025). From "artifact" to stage "performance": A comparison of the romantic-nationalist and performative paradigms in folklore studies. Diglosia, 8(2), 393–408.

Assmann, J. (2011). Cultural memory and early civilization: Writing, remembrance, and political imagination. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511996306

Bhabha, H. K. (1994). The location of culture. Routledge.

Danandjaya, J. (2007). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Grafiti.

Endraswara, S. (2013). Metodologi penelitian folklor: Konsep, teori, dan aplikasi. Onomastika.

Finnegan, R. (2012). Oral literature in Africa. Open Book Publishers. https://doi.org/10.11647/OBP.0025

Garing, J. (2017). Analisis semantik cerita Lakipadada (Semantics analysis of Lakipadada story). Sawerigading, 23(1), 115–124. https://doi.org/10.26499/sawer.v23i1.188

Hall, S. (Ed.). (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. SAGE Publications.

Kiting, A. S., & Tang, M. (2021). Eksplorasi nilai kepemimpinan dan moralitas dalam cerita rakyat Toraja Lakipadada. Jurnal Sastra Lisan Indonesia, 9(2), 87–101.

Kress, G. (2010). Multimodality: A social semiotic approach to contemporary communication. Routledge.

Noviani, R., Handayani, R., & Jamil, S. (2024). Mediatisation, the ambivalent preservation of cultural tradition, and the appeal of luxurious death in Toraja, Indonesia. Asian Studies Review.

Noviani, R., Wibowo, A., & Kusuma, D. (2024). Negotiating identity through oral traditions in modern society. Asian Cultural Review, 18(2), 112–128.

Patangai, S. F., Munirah, & Muhdina, D. (2022). Kajian struktur dan nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat Sulawesi Selatan Lakipadada Putera Tana Toraja dan Putri Tandampalik. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 5(2), 690–706.

Prayuni Rante Allo, I., Firmansyah, & Kusuma, B. N. (2026). Identifying the cultural landscape character of the Toraja indigenous settlement. Built Heritage.

Ratna, N. K. (2015). Teori, metode, dan teknik penelitian kebudayaan. Pustaka Pelajar.

Said, A. A. (2004). Simbolisme dalam seni dan budaya Toraja. Ombak.

Sendana, A. K. (2025). Interpreting socio-cultural values in Toraja: The symbolism of Garonto' Sura' in Kada Tomina.

Sande, J. S. (1992). Sastra lisan Toraja. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Syam, Y. (2018). Cerita rakyat Lakipadada: Negosiasi keabadian dan kenisbian dalam perspektif Heidegger. Sawerigading, 24(2), 229–240. https://doi.org/10.26499/sawer.v24i2.500

UNESCO. (2023). Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage.

van Leeuwen, T. (2008). Discourse and practice: New tools for critical discourse analysis. Oxford University Press.

Oral tradition as history. University of Wisconsin Press.

Waterson, R. (2009). Paths and rivers: Sa'dan Toraja society in transformation. KITLV Press.

Published

2026-08-11

How to Cite

Rita Tanduk. (2026). REPRESENTASI IDENTITAS MASYARAKAT TORAJA DALAM CERITA RAKYAT LAKIPADADA: ANALISIS SEMIOTIKA SOSIAL. Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, Dan Sastra, 3(3), 127–134. https://doi.org/10.51574/vokatif.v3i3.3459

Issue

Section

Articles