KEMAMPUAN BERCERITA TENTANG TOKOH IDOLA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 BONE-BONE KABUPATEN LUWU UTARA
https://doi.org/10.51574/vokatif.v1i1.1178
Keywords:
kemampuan, bercerita, tokoh idolaAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan bercerita tentang tokoh idola siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan satu kelompok. Penelitian ini didesain secara deskriptif. Sampel pada penelitian ini, yaitu siswa kelas VII.2 yang ditentukan secara purpose sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan rekaman. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas VII.2 SMP Negeri 1 Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara dalam bercerita tentang tokoh idola, yaitu 80,36. Nilai rata-rata tersebut diperoleh dari sampel yang mendapat nilai 90 berjumlah 1 (3,6 %); sampel yang mendapat nilai 88 berjumlah 1 (3,6%); sampel yang mendapat nilai 87 berjumlah 2 (7,1%); sampel yang mendapat nilai 86 berjumlah 2 (7,1%); sampel yang mendapat nilai 84 berjumlah 2 (7,1%); sampel yang mendapat nilai 83 berjumlah 4 (14,3%); sampel yang mendapat nilai 81 berjumlah 1 (3,6%); sampel yang mendapat nilai 80 berjumlah 3 (10,7%); sampel yang mendapat nilai 79 berjumlah 2 (7,1%); sampel yang mendapat nilai 78 berjumlah 3 (10,7%); sampel yang mendapat nilai 77 berjumlah 2 (7,1%); sampel yang mendapat nilai 75 berjumlah 1 (3,6%); sampel yang mendapat nilai 74 berjumlah 1 (3,65); sampel yang mendapat nilai 70 berjumlah 3 (10,7%). Berdasarkan data tersebut dikonfirmasikan dengan KKM sekolah, maka kemampuan bercerita tentang tokoh idola siswa kelas VII.2 SMP Negeri 1 Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara yang mendapat nilai 75 ke atas sebanyak 24 sampel sampel (86%), sedangkan siswa yang mendapat nilai di bawah 75 sebanyak 4 sampel (14%). Dilihat dari tolok ukur kemampuan, siswa sudah dapat dikatakan mampu karena siswa yang memperoleh nilai 75 ke atas mencapai lebih dari 85%.
Downloads
References
Alwi, H. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka.
Aqib, Z. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrama Widya.
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Asdi Mahasatya.
Arsyad, M. 1988. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Bachtiar, S. B. 2005. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Inonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Dewi, P. K. 2006. Peningkatan Keterampilan Berbicara melalui Teknik Jigsaw Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Malang. Universitas Negeri Malang. Malang.
Hafi, I. Y. 2006. Kemampuan Berbicara Reproduksi Siswa Kelas IV SDN Kasin Malang. Universitas Negeri Malang. Malang.
Julianti, E. 2015. Model Pembelajaran Snowball Throwing untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Teknik Dasar Otomotif Kelas X Di SMKN 1 Sedaya Bantul. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.
Karmila. 2014. Peningkatan Keterampilan Berbicara melalui Latihan Bercerita Tentang Tokoh Idolanya Bagi Siswa Kelas VII MTS. DDI At-Taqwin Bassiang Kecamatan Ponrang Selatan. Universitas Cokroaminoto Palopo. Palopo.
Margono, S. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Mudini dan S. Purba. 2009. Pembelajaran Berbicara. Jakarta: Depdiknas.
Mustakim, M. N. 2005. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Nurgiyantoro, B. 2001. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: BPFE.
Nurgiyantoro, B. 2009. Penilaian Pembelajaran Bahasa. Yogyakarta: BPFE.
Sari, R. K. 2011. Peningkatan Keterampilan Bercerita Menggunakan Media Komik Tanpa Kata Siswa Kelas VII C SMPN 2 Karangayar Kebumen. Universitas Negeri Semarang. Semarang.









