Penerapan Konsep Fisika Akustik Tabung Resonansi pada Kajian Pembuatan Alat Musik Bambu Bas Tradisional Enrekang

Authors

  • Nurhasmi Fakultas MIPA, Universitas Negeri Makassar
  • Resky Irfanita Fakultas MIPA, Universitas Negeri Makassar
  • Asnaeni Ansar Fakultas MIPA, Universitas Negeri Makassar
  • Ria Rezki Hamzah Fakultas MIPA, Universitas Negeri Makassar
  • Wahyuna Nur Fakultas MIPA, Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.51574/mammiri.v3i2.5271

Keywords:

alat musik bambu, tabung resonansi, Enrekang, etnofisika, fisika akustik

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendokumentasikan proses pembuatan alat musik bambu bas tradisional Enrekang dan menganalisis kesesuaiannya dengan konsep fisika akustik tabung resonansi. Minimnya dokumentasi ilmiah tentang kearifan lokal ini berisiko mempercepat hilangnya pengetahuan empiris pengrajin yang diwariskan secara lisan. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan seniman dan pengrajin bambu lokal, dokumentasi visual, dan analisis akustik berdasarkan estimasi dimensi instrumen. Kajian fisika difokuskan pada prinsip tabung akustik tertutup satu ujung (closed-open pipe) pada empat kategori ukuran bambu di Desa Karangan, Enrekang. Setiap instrumen menghasilkan dua nada melalui mekanisme lubang nada samping yang dapat dibuka-tutup, dimainkan dengan meniup udara melalui bambu kecil yang terhubung ke bambu utama. Bersama suling, keempat jenis bambu membentuk ansambel dengan rentang nada yang memadai untuk membawakan berbagai repertoar. Hasil analisis menunjukkan deviasi rata-rata frekuensi teoretis terhadap nada referensi hanya 1,1%, yang tergolong sangat sesuai. Kegiatan ini berkontribusi pada pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan pemahaman ilmiah tentang akustik alat musik tradisional berbasis bambu.

References

Benade, A. H. (1976). Fundamentals of Musical Acoustics. Oxford University Press.

Fletcher, N. H., & Rossing, T. D. (1998). The Physics of Musical Instruments (2nd ed.). Springer.

Jegede, O. J. (1999). Science education in nonwestern cultures: Towards a theory of collateral learning. In L. Semali & J. Kincheloe (Eds.), What is Indigenous Knowledge? Falmer Press.

Kinsler, L. E., Frey, A. R., Coppens, A. B., & Sanders, J. V. (2000). Fundamentals of Acoustics (4th ed.). John Wiley & Sons.

Rossing, T. D. (Ed.). (2007). Springer Handbook of Acoustics. Springer.

Shulman, L. S. (2004). The Wisdom of Practice: Essays on Teaching, Learning, and Teaching to Teach. Jossey-Bass.

Sundberg, J. (1991). The Science of Musical Sounds. Academic Press.

Widjaja, U. (2019). Modeling of angklung to determine its pitch frequency. Acoustical Science and Technology, 40(3), 178-185. https://doi.org/10.1250/ast.40.178

Dinas Perhubungan Info Kom Kebudayaan & Pariwisata. (2012). Musik Bambu Enrekang. https://hubinfokombudpar.wordpress.com/2012/01/30/musik-bambu-enrekang/ Diakses pada 4 Juni 2026.

Tribun Timur. (2016). Uniknya Bas, Alat Musik Tradisional Bambu Khas Enrekang yang Nyaris Punah. https://makassar.tribunnews.com/2016/01/30/uniknya-bas-alat-musik-tradisional-bambu-khas-enrekang-yang-nyaris-punah Diakses pada 4 Juni 2026.

Habibi, M., dkk. (2024). Investigating the Impact of Ethno-Physics Learning on Students’ Critical Thinking Skills. Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika, 12(2), 367–379. https://doi.org/10.33394/j-lkf.v12i2.14824

Downloads

Published

2026-06-04

How to Cite

Nurhasmi, Resky Irfanita, Asnaeni Ansar, Ria Rezki Hamzah, & Wahyuna Nur. (2026). Penerapan Konsep Fisika Akustik Tabung Resonansi pada Kajian Pembuatan Alat Musik Bambu Bas Tradisional Enrekang. MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, 3(2), 256–262. https://doi.org/10.51574/mammiri.v3i2.5271

Issue

Section

Articles