Civic Heritage Tour: Penguatan Literasi Budaya dan Internalisasi Nilai Pancasila pada Anak Asuh Panti Asuhan Hikmah Kota Makassar
DOI:
https://doi.org/10.51574/mammiri.v3i2.5245Keywords:
civic heritage tour, literasi budaya, nilai Pancasila, Museum La GaligoAbstract
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi budaya dan internalisasi nilai-nilai Pancasila pada anak asuh Panti Asuhan Hikmah Kota Makassar melalui program Civic Heritage Tour di Museum La Galigo Makassar. Permasalahan utama mitra adalah terbatasnya sumber daya dan akses terhadap pembelajaran kontekstual terkait budaya lokal, pendidikan karakter, dan penguatan nilai kebangsaan bagi anak dengan pengasuhan sosial. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Experiential Learning melalui empat tahapan, yaitu concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization, dan active experimentation. Kegiatan ini diikuti oleh 16 peserta yang merupakan anak asuh Panti Asuhan Hikmah Kota Makassar dengan rentang usia 5-11 Tahun. Peserta memperoleh pengalaman langsung melalui eksplorasi museum, refleksi pengalaman budaya, penguatan konsep nilai Pancasila, serta penyusunan komitmen penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui metode mind mapping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap budaya Bugis-Makassar, keterkaitan budaya dengan nilai Pancasila, serta tumbuhnya sikap gotong royong, toleransi, tanggung jawab, dan persatuan. Kegiatan ini berkontribusi sebagai model pembelajaran kewarganegaraan berbasis budaya lokal melalui pemanfaatan museum sebagai ruang edukasi publik yang dapat direplikasi di tingkat lokal hingga nasional.
References
Aulia, T., Fitriyanti, S., Syuzairi, M., & Mahadiansar, M. (2024). Implementasi pendidikan Pancasila dalam kegiatan kunjungan museum sebagai upaya penguatan karakter di Kota Tanjungpinang. Khidmat: Journal of Community Service, 1(3), 153-168. https://doi.org/10.31629/khidmat.v1i3.7036
Ayu, J. P., Octavanny, V., Hutagaol, O., & Simanjuntak, M. B. (2023). Learning experience concept at Museum Gedung Juang 45 Bekasi Regency as a digital museum. Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation, 6(2), 149-158. https://doi.org/10.17509/jithor.v6i2.55806
Ishaq, M., Saragi, D., & Mursid, R. (2022). The influence of experiential learning approaches and interpersonal intelligence on student PPKN learning outcomes. Jurnal Ilmiah Teunuleh, 3(2), 139-149. https://doi.org/10.51612/teunuleh.v3i2.92
Jamilah, J., & Adelin, F. S. (2025). Socialization of literacy culture as an effort to understand Pancasila values at Al-Amin Orphanage. Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE), 6(4), 216-221. https://doi.org/10.35899/ijce.v6i4.1115
Kolb, D. A. (2015). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (2nd ed.). Pearson Education.
Kurniati, P., Rohman, S. N., Munsyi, H., & Nurhasannah, A. (2025). Implementasi pojok baca berbasis filantropi guna meningkatkan literasi budaya dan kewargaan serta kedisiplinan anak di Panti Asuhan Al-Amin Garut. Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi, 12(2), 82–91. https://doi.org/10.22460/p2m.v12i2.6613
Nurrohimah, A., Ardani, N., Oktavia, V. N., Zulkarnaen, B. A., & Dikarsa, A. A. (2024). Eksistensi Museum Benteng Vredeburg sebagai sarana pendidikan nasionalisme. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik, 2(2), 122–130. https://doi.org/10.61476/tchp5210
Safitri, A. (2016). Peran Museum Brawijaya sebagai wahana internalisasi nilai-nilai kebangsaan. Jurnal Civic Hukum, 1(2), 64–73. https://doi.org/10.22219/jch.v1i2.10622
Triwardhani, I. J., Mulyani, D., & Pratama, R. (2023). Literasi budaya lokal bagi anak di desa jatisura. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 1818-1827

