Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Menjadi Pupuk Organik Cair di Desa Pallimae, Kecamatan Sabbangparu
DOI:
https://doi.org/10.51574/mammiri.v3i2.4839Keywords:
Cangkang telur, fermentasi, limbah rumah tangga, pemberdayaan masyarakat, pupuk organik cairAbstract
Peningkatan volume limbah rumah tangga menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang perlu mendapat perhatian. Salah satu limbah organik yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah cangkang telur yang kaya akan kalsium dan mineral penting bagi tanaman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memanfaatkan limbah cangkang telur sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC) sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Pallimae, Kecamatan Sabbangparu dalam pengelolaan limbah ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, demonstrasi pembuatan POC, dan pendampingan masyarakat melalui proses fermentasi menggunakan EM4 selama 14 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa POC yang dihasilkan memiliki warna cokelat muda hingga kecokelatan, aroma fermentasi yang tidak menyengat, pH relative netral hingga sedikit basa, serta menghasilkan endapan halus pada dasar wadah. Selain menghasilkan pupuk yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi tanaman, kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik dan mengurangi pemanfaatan limbah cangkang telur menjadi POC dapat menjadi alternatif pengelolaan limbah yang ekonomis, ramah lingkungan, dan melindungi pertanian berkelanjutan.
References
Ali, N. N., Herniawati, A., & Purbayani, R. (2024). Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat Melalui Manajemen Bisnis Syariah Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Menjadi Pupuk Organik Cair di Desa Pamokolan Cihaurbeuti Ciamis. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(2), 217–223. https://doi.org/https://doi.org/10.62017/jpmi
Deswanto, & Nugroho, A. (2024). Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Menjadi Pupuk Organik. Greeners: Journal of Green Engineering for Sustainability, 1(2), 42–51. https://doi.org/10.63643/jges.v1i2.206
Ekawandani, N., & Halimah, N. (2021). Pengaruh Penambahan Mikroorganisme Lokal (MOL) Dari Nasi Basi Terhadap Pupuk Organik Cair Cangkang Telur. Biosfer : Jurnal Biologi Dan Pendidikan Biologi, 6(2), 79–86. https://doi.org/10.23969/biosfer.v6i2.4944
Lestari, N. N. A. J., & Saputra, I. G. N. W. H. (2023). Pengolahan Limbah Cangkang Telur Menjadi Pupuk Organik di Desa Kerobokan. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat), 7(1), 183. https://doi.org/10.30595/jppm.v7i1.10074
Mukti, A. D., Ling, M., & Rohmawati, L. (2024). Pemanfaatan Limbah Organik Cangkang telur Sebagai Pupuk Bokashi Pada Pertumbuhan Selada Ramaine (Lactuca Sativa L. var. Paris Island)tiva L. var. Paris Island). BIOCHEPHY: Journal of Science Education, 4(1), 428–432. https://doi.org/10.52562/biochephy.v4i1.1192
Nurhasanah, D., Fitri, N., Ayadi, S., Ardi, & Anggriyani, R. (2023). Studi Literatur Pemanfaatan Cangkang Telur Menjadi Pupuk Organik Yang Baik Untuk Tanaman. Prosiding SEMNAS BIO 2023, 828–841.
Sumianti, & Cahyati, P. A. (2023). Pemanfaatan Limbah Air Cucian Beras Dan Cangkang Telur Sebagai Pupuk Organik Cair. Prosiding SEMNAS BIO 2023 , Vol 3 No 1, 494–501.

